PINBAS Tingkatkan UMKM Sumut dengan Tiga Strategi Kunci

  • 14 Apr 2025 18:14 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Drs. H. Putrama Alkhairi,menyampaikan strategi pengembangan UMKM yang dikembangkan oleh PINBAS MUI Sumut, dalam Dialog UMKM bersama RRI Medan pada Senin (14/4/2025).

Strategi ini mencakup tiga pilar utama, yakni pembiayaan, pengelolaan, dan pemasaran.

“Untuk strategi pengembangannya, ada tiga hal besar yang harus kita lakukan. Pertama adalah pembiayaan. Kreativitas pembiayaan di UMKM harus kita bangun dengan sejumlah alternatif pembiayaan, baik perbankan maupun non-perbankan syariah,” ujar Putrama.

Ia mencontohkan skema wakaf produktif sebagai salah satu inovasi yang kini dikembangkan.

“Wakaf tidak hanya untuk masjid, tapi juga bisa untuk berbisnis dan berusaha. Ini menjadi alternatif pembiayaan yang kita dorong untuk UMKM,” kata Putrama.

Aspek kedua adalah pengelolaan usaha yang baik dan transparan. Putrama menekankan pentingnya pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha.

“Kita berikan penguatan bagi UMKM dalam pengelolaan usaha, seperti pembuatan laporan laba rugi dan neraca yang sederhana. Hal ini penting agar kita tahu berapa sebenarnya keuntungan dan bagian mana yang harus dikembangkan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar pelaku UMKM cepat menangkap peluang dan tidak terlalu lama dalam diskusi.

“Jika ada peluang, langsung diproses dan dibuat business plan-nya,” kata Putrama.

Selanjutnya, Putrama menyoroti pentingnya digitalisasi dalam strategi pemasaran.

“Sekarang UMKM tidak bisa tidak menggunakan digital marketing. Penjualan harus dimaksimalkan dengan banyak membuat konten story, selalu update, dan mencari angle yang sesuai kebutuhan konsumen,” ujarnya.

Selain media digital, pemasaran konvensional seperti sistem konsinyasi di toko-toko strategis juga dinilai efektif. Ia pun mendorong kerja sama dengan media seperti RRI sebagai bagian dari strategi promosi.

Putrama memperkenalkan konsep enclosed market atau pasar tertutup sebagai kearifan lokal yang bisa diterapkan UMKM.

“Misalnya ketika seseorang mau buka usaha rendang, jangan hanya mengandalkan pujian teman-temannya. Harus diuji ke satu kampung untuk memastikan benar-benar ada pasar,” ujarnya.

Melalui pendekatan ini, pelaku usaha bisa membangun jaringan pembeli tetap sebagai fondasi sebelum masuk ke pasar terbuka. Menurut Putrama, strategi-strategi tersebut telah diterapkan oleh PINBAS MUI Sumut dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan, khususnya di Sumatera Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....