IHSG Berbalik Arah setelah Kepastian Reshuffle, Rupiah Melemah

  • 14 Sep 2026 19:14 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan IHSG bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini setelah pasar mendapatkan kepastian terkait isu reshuffle kabinet. IHSG sempat terpuruk hingga level 6.371, kemudian berbalik menguat ke zona hijau di level 6.550, sebelum akhirnya ditutup melemah tipis 0,1 persen di level 6.534,693.

Gunawan mengatakan, kabar mengenai reshuffle sempat mengguncang pasar saham domestik hingga IHSG mengalami penurunan lebih dari 2 persen. Ketidakpastian mengenai reshuffle membuat pelaku pasar memilih bersikap hati-hati dengan keluar terlebih dahulu dari pasar saham.

“Isu reshuffle ini sempat menekan pasar dalam angka yang signifikan. Pasar dibayangi ketidakpastian yang membuat mereka lebih bermain aman dengan keluar terlebih dahulu dari pasar saham,” ujar Gunawan.

Menurutnya, setelah kepastian mengenai pihak yang terkena reshuffle diumumkan, pasar keuangan langsung berbalik arah. IHSG bahkan sempat kembali masuk ke zona hijau meskipun pada akhirnya tetap ditutup melemah.

Tekanan pada pasar keuangan domestik seketika mereda setelah ketidakpastian terkait reshuffle berkurang. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk menyelamatkan IHSG dari pelemahan pada akhir perdagangan.

Sementara itu, mata uang Rupiah turut mengalami tekanan dan ditransaksikan melemah ke level 17.640 per dolar AS. Selain sentimen reshuffle, pelemahan Rupiah juga dipengaruhi memburuknya tensi geopolitik yang mendorong harga minyak mentah dunia naik hingga level 107 dolar AS per barel.

Gunawan menambahkan, tekanan jual pada obligasi Amerika Serikat di satu sisi menunjukkan adanya peluang investasi lain yang dinilai lebih menarik oleh pelaku pasar dibandingkan surat berharga AS. Namun, kenaikan imbal hasil US Treasury juga dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk kembali menempatkan dananya pada aset tersebut.

“Yield US Treasury yang terus naik justru menjadi pemanis bagi investor lain, yang tetap potensial membuat US Dolar menguat terhadap sejumlah mata uang negara berkembang termasuk Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level 4.290 dolar AS per ons troy. Jika dikonversikan ke rupiah, harga emas berada di kisaran 2,45 juta rupiah per gram.

Gunawan menilai tekanan terhadap harga emas dunia menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak mentah masih menjadi salah satu faktor utama yang mendorong koreksi harga emas belakangan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....