Gubernur BI Mundur, IHSG dan Rupiah Melemah
- 27 Jul 2026 14:14 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu sentimen yang membayangi pasar keuangan domestik pada awal pekan. Sentimen tersebut membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah melemah, meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda.
Gunawan menjelaskan, meredanya tensi geopolitik terjadi setelah Amerika Serikat menunda rencana serangan lanjutan terhadap Iran. Kondisi itu mendorong harga minyak mentah Brent turun dari kisaran 100,81 dolar AS per barel menjadi sekitar 92,7 dolar AS per barel. Namun, penurunan harga minyak belum mampu memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik.
"Pelaku pasar tengah mencermati pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia serta melihat dampaknya terhadap kebijakan suku bunga acuan dalam beberapa waktu mendatang. Selain itu, pasar juga menanti kepastian kebijakan pengendalian uang beredar, di mana Bank Indonesia selama ini aktif melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah maupun likuiditas melalui pasar obligasi," kata Gunawan, Senin, 27 Juli 2026.
Ia mengatakan pada sesi pembukaan perdagangan, rupiah ditransaksikan melemah ke level Rp17.915 per dolar AS. Sementara itu, IHSG sempat turun ke level 6.185, berbeda dengan mayoritas bursa saham di Asia yang justru bergerak menguat. Meski demikian, menurutnya IHSG masih berpeluang kembali bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan.
Gunawan menambahkan, pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter ke depan, sehingga menjadi perhatian utama pelaku pasar.
"Peralihan kepemimpinan di Bank Indonesia bisa saja mengubah arah kebijakan moneter ke depan. Karena itu, arah kebijakan BI menjadi sorotan pasar setelah pengunduran diri Bapak Ferry Warjiyo sebagai Gubernur BI," ujarnya.
Di sisi lain, harga emas dunia justru menguat ke level 4.104 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,37 juta per gram di tengah meredanya ketegangan geopolitik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....