Rupiah Kian Tertekan, Dolar Singapura Menguat Signifikan Sejak Maret 2026

  • 09 Jun 2026 18:11 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan nilai tukar rupiah tidak hanya mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah juga melemah terhadap dolar Singapura (SGD) dalam beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, tren pelemahan rupiah terhadap dolar Singapura sebenarnya telah berlangsung selama satu tahun terakhir. Namun, kenaikan nilai tukar yang paling signifikan terjadi sejak Maret 2026 hingga saat ini.

"Pada Maret lalu, rupiah sempat ditransaksikan di kisaran Rp13.127 per dolar Singapura. Saat ini nilainya telah naik menjadi sekitar Rp14.058 per dolar Singapura," kata Gunawan, Minggu, 5 Juni 2026.

Ia menjelaskan, secara fundamental pelemahan rupiah terhadap dolar Singapura tidak terlepas dari hubungan perdagangan kedua negara. Tingginya kebutuhan impor Indonesia dari Singapura menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan terhadap mata uang Negeri Singa tersebut.

"Semakin besar ketergantungan impor terhadap Singapura, maka tekanan terhadap rupiah relatif akan semakin besar," ujarnya.

Gunawan menambahkan, Indonesia selama ini kerap mencatat defisit perdagangan dengan Singapura, terutama karena tingginya impor produk bahan bakar minyak yang dipasok melalui negara tersebut. Kondisi itu membuat permintaan terhadap dolar Singapura tetap tinggi.

Selain faktor perdagangan, ia menilai permintaan dolar Singapura juga berasal dari aktivitas investasi dan lindung nilai (hedging). Ketika rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS, sebagian pelaku pasar memilih mengalihkan dana ke mata uang asing lainnya, termasuk dolar Singapura.

"Dolar Singapura kerap dijadikan instrumen lindung nilai maupun sarana spekulasi ketika tekanan terhadap rupiah meningkat," katanya.

Menurut Gunawan, pelemahan rupiah terhadap dolar Singapura sejak Maret lalu kemungkinan tidak hanya dipengaruhi transaksi perdagangan, tetapi juga aktivitas investasi dan transaksi di pasar keuangan. Transaksi tersebut dapat dilakukan melalui pembelian uang fisik maupun melalui berbagai instrumen keuangan dan perdagangan berjangka.

"Karena itu, pelemahan rupiah terhadap dolar Singapura tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi perdagangan kedua negara. Dalam beberapa kasus, pergerakan tersebut juga mencerminkan persepsi risiko pasar terhadap fundamental rupiah yang dinilai belum cukup kuat untuk menopang stabilitas nilai tukarnya," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....