OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Generasi Muda

  • 29 Mei 2026 12:04 WIB
  •  Medan
Poin Utama
  • Otoritas Jasa Keuangan memperkuat literasi pasar modal generasi muda melalui Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2026 di Lampung.
  • OJK mencatat 54 persen investor pasar modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun dengan total investor mencapai 26,7 juta orang.

RRI.CO.ID, Medan - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan sektor pasar modal bagi generasi muda Indonesia. Langkah tersebut dilakukan melalui Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2026 di Bandar Lampung, 18-19 Mei 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, mengatakan generasi muda menjadi penggerak utama pasar modal Indonesia ke depan. Hal itu disampaikannya dalam kuliah umum di Universitas Malahayati, Selasa 19 Mei 2026.

“Tidak kurang dari 54 persen investor Pasar Modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun,” ujar Hasan. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan peran besar generasi muda dalam perkembangan pasar modal nasional saat ini.

Hasan menyebut jumlah investor pasar modal Indonesia hingga 5 Mei 2026 mencapai sekitar 26,7 juta investor domestik. Sementara Provinsi Lampung tercatat memiliki sekitar 614 ribu investor dan menempati peringkat kesembilan nasional.

Namun, Hasan menilai tingkat literasi pasar modal masyarakat Indonesia masih perlu terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, tingkat literasi pasar modal nasional baru mencapai 17,78 persen.

“Nah tentu PR kita bersama karena tingkat literasi masih terbatas,” katanya. Ia mengingatkan masyarakat mewaspadai investasi bodong dan penipuan keuangan digital yang semakin berkembang pesat.

Perwakilan Gubernur Lampung, Sulpakar, mengapresiasi kegiatan edukasi pasar modal bagi generasi muda tersebut. Menurutnya, generasi muda harus memiliki kemampuan adaptif dan literasi keuangan kuat menghadapi perkembangan ekonomi digital.

Sementara itu, Rektor Universitas Malahayati, Muhammad Kadafi, menilai pasar modal kini semakin strategis bagi pemerataan ekonomi nasional.

“Pasar modal sekarang menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan juga kemandirian daerah,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....