IHSG dan Rupiah Melemah, Harga Emas Ikut Tertekan

  • 11 Mei 2026 21:16 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, menilai tekanan terhadap pasar keuangan domestik masih dipengaruhi memburuknya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026 kembali ditutup melemah di level 17.405 per dolar AS.

Gunawan mengatakan pelemahan rupiah terjadi seiring tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang Asia, seperti Baht Thailand, Yen Jepang, Hong Kong Dolar, hingga Rupee India.

“Tekanan terhadap mata uang Asia masih dipicu kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah, yang dapat mendorong kenaikan suku bunga global dan harga minyak mentah,” ujarnya.

Di sisi lain, IHSG juga ditutup melemah 0,92 persen ke level 6.905,620. Perdagangan berlangsung cukup volatil dengan pergerakan indeks berada di rentang 6.846 hingga 7.001.

IHSG sempat bergerak di zona hijau mengikuti mayoritas bursa Asia, sebelum akhirnya kembali tertekan di akhir perdagangan. Sejumlah saham yang memberi kontribusi terhadap pelemahan IHSG, antara lain BMRI, BUMI, BBCA, BBNI hingga DEWA.

Tidak hanya pasar saham dan rupiah, harga emas dunia juga mengalami tekanan. Harga emas ditransaksikan di kisaran 4.667 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,62 juta per gram.

Menurut Gunawan, tekanan pada harga emas terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat.

“Pelaku pasar saat ini lebih melihat kemungkinan tensi geopolitik memburuk dibandingkan mereda. Karena itu pasar keuangan masih rawan terkoreksi dalam jangka pendek,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....