Sejumlah Komoditas Masih Sumbang Deflasi di Sumut
- 06 Mei 2026 17:44 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat sejumlah komoditas masih memberikan andil deflasi pada April 2026, meskipun secara bulanan terjadi inflasi sebesar 0,44 persen. Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengatakan daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar secara month-to-month dengan andil 0,12 persen.
“Komoditas penyumbang deflasi adalah daging ayam ras yang menyumbang andil 0,12 persen. Kemudian emas perhiasan 0,11 persen, cabai merah 0,04 persen, kangkung 0,03 persen serta cabai rawit 0,01 persen,” ujar Asim, Senin 4 Mei 2026.
Selain itu, secara tahun kalender hingga April 2026, Sumatera Utara masih mencatat deflasi sebesar 0,22 persen. Secara year-on-year, sejumlah komoditas juga tercatat memberikan andil deflasi. Cabai merah menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,69 persen.
“Komoditas yang menyumbang andil deflasi secara year-on-year adalah cabai merah dengan sumbangan 0,69 persen, bawang putih 0,13 persen, bawang merah 0,09 persen. Kentang juga menyumbang andil deflasi sebesar 0,09 persen dan kelapa sebesar 0,02 persen” kata Asim.
Pada komoditas bawang merah dan tomat terdapat variasi kondisi di daerah. Untuk bawang merah, Gunungsitoli tercatat mengalami deflasi sebesar 0,53 persen sementara komoditas tomat, Kota Padangsidimpuan terjadi deflasi sebesar 10,64 persen dan di Gunung Sitoli deflasi sebesar 3,55 persen.
"Daerah Gunungsitoli komoditas bawang merah tercatat mengalami deflasi 0,53 persen. Komoditas tomat pada Kota Padangsidimpuan terjadi deflasi 10,64 persen dan Gunungsitoli untuk komoditas tomat deflasi 3,55 persen," ucap Asim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....