Pasar Keuangan Stabil jelang Tenggat AS, IHSG Menguat Terbatas

  • 07 Apr 2026 09:17 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pasar keuangan global hingga domestik masih bergerak relatif stabil. Meskipun dibayangi tenggat waktu yang diberikan Amerika Serikat kepada Iran.

“Mayoritas bursa saham Asia dibuka di zona hijau, dan ini turut mendorong IHSG menguat terbatas ke level 7.001 pada pembukaan perdagangan,” ujar Gunawan, Selasa 7 April 2026.

Meski demikian, ia mengingatkan penguatan tersebut belum menjamin terbentuknya tren kenaikan dalam jangka pendek. Pasar masih berpotensi bergerak volatil seiring ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Menurutnya, pelaku pasar saat ini masih bersikap waspada terhadap kemungkinan memburuknya tensi geopolitik. Khususnya terkait tekanan Amerika Serikat agar Iran membuka kembali Selat Hormuz.

“Harga minyak mentah jenis Brent dan WTI masih bertahan tinggi di kisaran 110 hingga 114 dolar AS per barel, yang berpotensi memicu tekanan inflasi,” ucapnya.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah masih bertahan di atas level Rp17.000 per dolar AS, tepatnya di kisaran Rp17.040. Kondisi ini dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, yang tercermin dari indeks dolar yang berada di level 100,06.

Gunawan menambahkan, kebijakan bank sentral berpotensi tetap bersikap hawkish di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian global. Sementara itu, harga emas dunia cenderung stabil di kisaran 4.644 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,55 juta per gram.

“Harga emas masih bertahan di tengah potensi kenaikan lanjutan harga minyak dunia,” katanya.

Ia juga mengingatkan, apabila Amerika Serikat benar-benar merealisasikan ancaman terhadap Iran, terutama yang menyasar infrastruktur energi, maka harga minyak mentah bisa kembali melonjak.

“Jika itu terjadi, tekanan lanjutan terhadap pasar keuangan global tidak terhindarkan, termasuk bagi IHSG dan rupiah,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....