Rupiah dan IHSG Melemah, Harga Emas Turun di tengah Eskalasi Perang
- 02 Apr 2026 14:01 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan, kinerja pasar keuangan domestik kembali tertekan pada perdagangan Kamis, 2 April 2026, ditandai dengan melemahnya nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Secara fundamental, data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia sebenarnya cukup baik dan bisa menjadi katalis positif bagi pasar,” ujarnya.
Namun demikian, ia menilai sentimen global masih menjadi faktor dominan. Menurutnya, meningkatnya tensi dalam Konflik Iran–AS membuat pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko.
“Eskalasi konflik di Timur Tengah membuat pasar berbalik ke zona merah, meskipun sebelumnya sempat didukung oleh data domestik yang positif,” katanya.
Ia menjelaskan, IHSG pada sesi perdagangan pagi dibuka melemah ke level 7.153, sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia. Di sisi lain, harga minyak mentah dunia terpantau turun di kisaran 100 hingga 102 dolar AS per barel, namun belum mampu menopang penguatan Rupiah yang justru melemah ke level Rp16.990 per dolar AS.
“Pelemahan Rupiah juga dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, sehingga tekanan terhadap mata uang domestik masih cukup besar,” katanya.
Sementara itu, harga emas dunia turut melemah ke level 4.693 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,57 juta per gram. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan pola pergerakan emas yang biasanya berbanding terbalik dengan harga minyak.
“Pasar saat ini masih menunggu data penting dari Amerika Serikat serta arah kebijakan moneter dari bank sentral AS, sehingga volatilitas masih akan tinggi dalam jangka pendek,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....