Gejolak Minyak Mentah Dunia Tekan Harga Emas

  • 26 Mar 2026 09:03 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Harga emas mengalami tekanan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, seiring gejolak harga minyak mentah dunia yang terjadi selama libur panjang. Saat ini, harga emas ditransaksikan di kisaran Rp2,5 juta per gram.

Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan angka tersebut dinilai masih rentan mengalami perubahan. Terutama jika tekanan dari pasar global terus berlanjut dalam waktu dekat.

Ia menuturkan tekanan pada harga emas masih berpotensi berlanjut. Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah pergerakan harga minyak mentah dunia yang cenderung fluktuatif.

“Harga emas sejauh ini ditransaksikan di kisaran Rp2,5 juta per gram. Dengan potensi tekanan yang masih terbuka, jika harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan,” ujar Gunawan, Rabu 25 Maret 2026.

Ia menjelaskan, di pasar global harga emas dunia saat ini berada di kisaran 4.550 dolar Amerika Serikat per ons. Kenaikan maupun tekanan pada harga komoditas energi dunia, kata dia, sangat berpengaruh terhadap arah pergerakan emas di pasar internasional.

Gunawan menambahkan, situasi yang terjadi saat ini memiliki kemiripan dengan kondisi pada awal konflik Rusia dan Ukraina, yang kala itu sempat memberikan tekanan besar terhadap harga emas dunia. Gejolak geopolitik, menurutnya kerap memicu ketidakstabilan pada sejumlah instrumen investasi global.

“Harga emas sempat terpuruk dari kisaran 2.000 dolar per ons troy ke level 1.600-an per ons troy pada September 2022,” ucap Gunawan.

Ia menilai, apabila tekanan global kembali meningkat, maka harga emas berpotensi mengalami pelemahan lanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....