IHSG Berbalik Melemah 0,69 Persen, Saham Energi dan Tambang Tertekan
- 11 Mar 2026 22:04 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai kinerja pasar saham domestik kembali mengalami tekanan setelah sempat menguat pada awal perdagangan.
“IHSG sempat menguat cukup meyakinkan pada sesi awal hingga menyentuh level 7.527. Namun pada penutupan perdagangan justru berbalik arah dan ditutup melemah sekitar 0,69 persen di level 7.389,399,” ujar Gunawan, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurutnya, penguatan IHSG di awal perdagangan terjadi seiring dengan mayoritas bursa saham Asia yang bergerak di zona hijau. Namun tekanan pada sejumlah saham sektor energi dan pertambangan membuat indeks tidak mampu mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan.
Gunawan menjelaskan, melemahnya harga minyak mentah dunia menjadi salah satu pemicu koreksi pada sejumlah emiten di sektor energi. Beberapa saham yang mengalami tekanan di antaranya BUMI, ENRG, PTRO, MEDC, ITMG, BRMS, hingga ANTM.
Saat ini harga minyak mentah dunia ditransaksikan di kisaran 88 dolar AS per barel untuk jenis West Texas Intermediate dan sekitar 92 dolar AS per barel untuk jenis Brent Crude. Padahal sebelumnya kedua harga minyak tersebut sempat menyentuh level mendekati 120 dolar AS per barel.
Sementara itu nilai tukar rupiah juga masih bergerak melemah dan diperdagangkan di kisaran Rp16.865 per dolar AS. Meski demikian pelemahan rupiah terpantau relatif terbatas.
Gunawan menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari upaya Bank Indonesia yang diyakini melakukan berbagai langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menahan tekanan terhadap rupiah.
Di sisi lain, harga emas dunia juga terpantau mengalami pelemahan terbatas dan diperdagangkan di kisaran 5.193 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,83 juta per gram.
Menurut Gunawan, eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang masih berlangsung belum memberikan perubahan signifikan terhadap pergerakan pasar keuangan global.
Ia menambahkan, pelaku pasar saat ini lebih menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi salah satu sentimen utama yang akan menentukan arah pergerakan pasar keuangan dalam waktu dekat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....