Sumut Deflasi Januari, Waspada Inflasi Februari

  • 03 Feb 2026 13:33 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Sumatra Utara (Sumut) mengalami deflasi cukup besar pada Januari 2026. Meski demikian, Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin menilai secara agregat wilayah Sumut masih berpeluang mengalami inflasi dalam rentang yang terbatas pada Februari. 

Ia menyebut sejumlah komoditas berpotensi menjadi pemicu inflasi, di antaranya cabai merah, cabai hijau, minyak goreng curah, daging sapi, serta kemungkinan gula pasir curah. Sementara itu, komoditas yang berpotensi menahan laju inflasi atau bahkan memicu deflasi antara lain cabai rawit, harga emas, serta beberapa komoditas hortikultura dari kelompok sayur-sayuran. 

“Kondisi ini membuat tekanan inflasi di Sumut cenderung terbatas, meski tetap perlu diwaspadai pada komoditas tertentu,” ucapnya, Rabu 4 Februari 2026.

Gunawan menekankan pemerintah daerah perlu memberi perhatian khusus terhadap pergerakan harga cabai merah yang mulai menunjukkan tren kenaikan di awal Februari. Menurutnya, cabai merah sudah mulai menyumbang inflasi, seiring dengan potensi terbatasnya pasokan dalam waktu dekat.

“Sumatra Utara berpeluang kembali direpotkan oleh kenaikan harga cabai merah akibat tingginya permintaan dari luar daerah. Sementara produksi lokal menghadapi tantangan penurunan yang cukup signifikan,” kata Gunawan. 

Ia menambahkan, pembentukan harga cabai di Sumut ke depan sangat bergantung pada harga cabai di luar daerah, terutama dari Pulau Jawa. Gunawan menjelaskan deflasi yang terjadi pada Januari 2026 tidak terlepas dari lonjakan harga yang cukup signifikan pada Desember 2025. 

Kondisi tersebut membuat harga berbalik arah dan menciptakan deflasi dalam angka yang besar. Namun demikian, ia menggarisbawahi adanya wilayah tertentu di Sumut yang berpotensi mengalami inflasi lebih tinggi pada Februari.

“Wilayah seperti Deli Serdang, Labuhanbatu, serta kota-kota besar di bagian timur Sumut selain Medan, berpeluang mencetak inflasi lebih tinggi dibandingkan wilayah IHK lainnya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....