Langka Dua Pekan, Harga Semen di Tanjungbalai Naik hingga Rp80 Ribu per Sak

  • 07 Jul 2026 16:18 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Kelangkaan semen yang telah berlangsung selama dua pekan terakhir membuat harga jual di sejumlah toko bangunan di Kota Tanjungbalai mengalami kenaikan. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Tanjungbalai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko bangunan di Jalan S. Parman hingga Jalan Arteri, Senin 6 Juli 2026.

Dari hasil sidak, hampir seluruh pemilik toko bangunan mengeluhkan sulitnya memperoleh pasokan semen dari distributor. Selain stok yang terbatas, harga jual juga mengalami kenaikan akibat minimnya distribusi.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Tanjungbalai, Tajul Abrar, mengatakan pengurangan pasokan dari distributor menjadi penyebab utama kelangkaan semen di daerah tersebut.

"Biasanya pengecer mendapatkan pasokan sekitar 1.600 sak semen setiap pekan dengan pengiriman dua kali. Namun sekarang hanya sekitar 800 sak dan pengiriman hanya sekali dalam seminggu. Selain barang berkurang, harga juga mengalami kenaikan," ujarnya.

Menurut Tajul, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, persoalan terjadi pada distribusi semen yang belum berjalan maksimal ke wilayah Tanjungbalai. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab dari pihak distributor.

"Informasi dari pemilik panglong, kendalanya ada pada pengiriman melalui kapal. Karena biaya operasional meningkat, distribusi pun ikut berkurang," katanya.

Pemerintah Kota Tanjungbalai akan segera berkoordinasi dengan distributor dan pihak terkait untuk mencari solusi agar pasokan semen kembali normal, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Sementara itu, pemilik Panglong Sinar Family, Tety, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan semen sudah dirasakan selama dua minggu terakhir.

"Sudah dua minggu ini susah mendapatkan semen. Kami terpaksa mengambil dari Asahan dan Batubara dengan harga yang lebih tinggi, karena pasokan dari distributor sangat terbatas," ujarnya.

Ia menjelaskan, keterbatasan pasokan membuat tokonya hanya memperoleh sebagian kecil dari jumlah yang dipesan.

"Kami minta 200 sak, tetapi hanya diberikan sekitar 20 sak. Akibatnya harga ikut naik," katanya.

Tety menambahkan, semen merupakan komoditas utama dalam usaha toko bangunan karena menjadi kebutuhan pokok pelanggan sebelum membeli material lainnya. Keluhan serupa juga disampaikan Hadut, pemilik Toko Bangunan Tunas Mandiri di Jalan Arteri. Ia mengatakan pengurangan pasokan dari distributor telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir.

"Biasanya dalam seminggu masuk dua truk atau sekitar 1.600 sak. Sekarang hanya satu truk atau sekitar 800 sak. Karena barang sedikit, harga juga naik hingga mencapai Rp 80 ribu per sak," ucapnya.

Para pelaku usaha berharap distribusi semen dapat segera kembali normal agar harga stabil dan aktivitas pembangunan masyarakat tidak terganggu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....