Kenaikan Harga Plastik Bebani Pedagang Kecil Picu Risiko Harga Naik
- 20 Apr 2026 18:42 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai lonjakan harga plastik mulai memberi tekanan serius bagi pelaku usaha mikro dan kecil karena menambah biaya operasional harian.
Gunawan menyebut berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah jenis plastik mengalami kenaikan cukup tajam. Plastik PE ukuran seperempat kilogram misalnya naik dari kisaran Rp26 ribu menjadi Rp52 ribu per kilogram. Di marketplace, harga bahkan mencapai sekitar Rp61 ribu per kilogram.
Selain itu, plastik kresek naik dari sekitar Rp12 ribu menjadi Rp16 ribu per bungkus isi 100 lembar. Sementara plastik styrofoam juga meningkat dari Rp38 ribu menjadi Rp40 ribu per roll.
“Bagi pedagang kecil, kenaikan harga plastik bukan persoalan sepele. Tambahan biaya ini bisa setara dengan pembayaran listrik bulanan atau tagihan internet usaha,” ujar Gunawan, Senin, 20 April 2026.
| Baca juga: Bulog Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman |
Ia mencontohkan toko grosir yang menjual minyak goreng curah dan gula pasir dalam kemasan plastik PE. Jika masing-masing komoditas terjual sekitar 75 bungkus per hari, maka tambahan biaya plastik mencapai Rp19.500 per hari atau sekitar Rp585 ribu per bulan.
Jika ditambah penggunaan plastik kresek sebanyak 200 lembar per hari, maka biaya tambahan mencapai sekitar Rp120 ribu per bulan. Secara total, beban tambahan dapat menyentuh Rp705 ribu setiap bulan.
“Angka tersebut cukup besar bagi usaha mikro. Jika kondisi ini berlangsung lama, pedagang kemungkinan akan menyesuaikan harga jual barang kepada konsumen,” ucapnya.
Menurut Gunawan, kenaikan harga plastik juga berpotensi memicu inflasi karena tambahan biaya per lembar sulit dibebankan secara presisi. Akibatnya, pedagang cenderung melakukan pembulatan harga ke atas saat menjual produk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....