Antrean Panjang di SPBU Sejak Pertamax Naik Berpotensi Jadi Pemandangan Biasa

  • 14 Jun 2026 14:50 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai antrean kendaraan di sejumlah SPBU semakin panjang setelah kenaikan harga Pertamax. Menurutnya, kenaikan harga Pertamax sebesar Rp3.950 per liter menjadi Rp16.250 per liter, telah mendorong sebagian konsumen beralih menggunakan Pertalite, terutama pengguna sepeda motor.

Gunawan mengatakan, perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite seharusnya sudah diantisipasi dengan menambah pasokan Pertalite di setiap SPBU. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya penumpukan antrean yang lebih panjang.

"Kenaikan harga Pertamax tentunya memang akan mendorong migrasi pengguna Pertamax ke Pertalite. Sehingga antrean panjang bisa diminimalisir di saat terjadi perpindahan konsumen pengguna Pertamax ke Pertalite," kata Gunawan, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurutnya, antrean yang bertambah pada pembelian Pertalite berpotensi memperburuk kondisi yang selama ini juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan BBM bersubsidi jenis solar. Karena itu, kebutuhan Pertalite perlu dipastikan mampu memenuhi permintaan masyarakat.

Gunawan menilai masalah antrean yang dipicu oleh kenaikan harga dan respons pasokan yang kurang cepat dapat berdampak lebih luas. Terutama jika konflik geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut tanpa adanya kesepakatan damai.

Ia menjelaskan, apabila eskalasi konflik meningkat, harga minyak mentah dunia berpotensi bertahan di kisaran 90 hingga 110 dolar Amerika Serikat per barel. Kondisi tersebut dapat membuat harga BBM non-subsidi tetap tinggi dan menambah tekanan terhadap fiskal pemerintah.

"Tekanan fiskal akan berlanjut yang bisa saja memicu spekulasi bahwa kebijakan pemerintah dalam pengendalian distribusi BBM akan berubah. Spekulasinya bisa mengarah pada pembatasan BBM yang lebih luas bagi pengendara, atau bahkan kenaikan harga BBM bersubsidi," ujarnya.

Gunawan menambahkan, kondisi saat ini menjadi pelajaran penting mengenai perlunya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Sebab, gejolak geopolitik yang terjadi di negara lain dapat berdampak langsung terhadap harga energi dan kehidupan masyarakat di dalam negeri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....