Kenaikan BBM di Negara Lain Berdampak pada Pangan di Indonesia

  • 07 Apr 2026 18:35 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan kenaikan harga minyak mentah dunia berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di dalam negeri. Termasuk di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Menurutnya, meski Indonesia masih menahan harga BBM bersubsidi, dampak dari lonjakan harga energi global tetap akan terasa melalui peningkatan biaya produksi dan distribusi di negara lain.

“Kenaikan harga BBM di negara produsen akan berdampak pada harga barang yang mereka ekspor ke Indonesia, sehingga harga di dalam negeri juga ikut terpengaruh,” ujar Gunawan, Selasa 7 April 2026.

Ia menyebut komoditas daging sapi, berdasarkan perhitungan dari peternak dan pedagang, harga sapi bakalan impor dari Australia akan mengalami kenaikan. Kenaikan diperkirakan mencapai Rp71 ribu per kilogram saat tiba di Sumut.

Namun di lapangan, masih ada peternak yang menjual sapi hidup di kisaran Rp58 ribu per kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian peternak masih menahan harga, meskipun berpotensi mengalami kerugian.

Padahal, sebelum Idulfitri, harga sapi bakalan dari peternak berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram. Dengan kondisi saat ini, harga daging sapi di tingkat rumah potong hewan diperkirakan naik dari sekitar Rp120 ribu menjadi Rp140 ribu per kilogram.

Meski demikian, kenaikan harga tersebut belum tentu sepenuhnya diteruskan ke konsumen. Pedagang cenderung berhati-hati dalam menaikkan harga karena daya beli masyarakat yang masih terbatas.

Gunawan menegaskan, kondisi ini menjadi bukti kenaikan harga minyak dunia memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor, termasuk pangan. Selain daging sapi, sejumlah komoditas lain seperti kacang-kacangan, bahan baku pakan, hingga produk pangan olahan juga berpotensi mengalami kenaikan harga karena masih bergantung pada pasokan impor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....