Bulog Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman

  • 09 Jun 2026 11:23 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 943 MHz. Selasa ( 9/6/2026) pagi, mengupas tuntas isu krusial mengenai wacana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita, minyak goreng kemasan rakyat yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat menengah ke bawah. Diskusi ini menghadirkan dua perspektif saling melengkapi: Budi Cahyanto (Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Utara) dari sisi pemenuhan pasokan fisik dan regulasi distribusi, serta Gunawan Benyamin (Ekonom) yang membedah dampak kebijakan terhadap daya beli dan inflasi daerah. Fokus utama dialog ini adalah merumuskan langkah konkret agar rencana penyesuaian harga oleh pemerintah pusat tidak memicu kepanikan pasar (panic buying) atau kelangkaan barang di wilayah Sumatera Utara.

Dari sisi pemenuhan hajat hidup orang banyak, Budi Cahyanto memaparkan kesiapan Bulog Sumut dalam mengamankan stok di gudang-gudang mereka. Bulog berkomitmen penuh untuk melakukan penetrasi pasar secara masif melalui operasi pasar murah dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini diambil demi memastikan bahwa sebelum, selama, dan sesudah penyesuaian harga resmi diketuk, pasokan Minyakita tetap mengalir lancar ke pasar tradisional dan ritel modern. Bulog juga memperketat pengawasan jalur distribusi berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk memastikan tidak ada keterlambatan pengiriman dari produsen ke distributor utama di daerah.

Di sisi lain, ekonom Gunawan Benyamin memberikan catatan kritis mengenai dinamika pasar yang kerap muncul di tengah wacana kenaikan harga. Ia menyoroti risiko tinggi terjadinya praktik spekulasi, di mana oknum pedagang atau distributor nakal sengaja menahan atau menimbun stok (hoarding) demi meraup keuntungan lebih besar saat harga baru diberlakukan. Gunawan menekankan bahwa penyesuaian HET dari Rp14.000 ke harga baru memang sulit dihindari akibat fluktuasi harga bahan baku CPO global dan pembengkakan biaya produksi. Namun, ia mengingatkan pemerintah daerah bahwa kuncinya ada pada kepastian barang: jika harga naik tetapi barangnya langka, maka beban psikologis ekonomi masyarakat akan berlipat ganda dan berpotensi memicu inflasi sektor pangan di Sumatera Utara.

Sebagai kesimpulan, dialog ini menegaskan bahwa komunikasi kebijakan yang transparan adalah kunci utama agar masyarakat tidak resah. Bulog Sumut memastikan ketahanan stok mereka berada pada level aman, sementara pengawasan di lapangan harus ditingkatkan secara radikal untuk menutup celah permainan spekulen. Keberhasilan melewati masa transisi harga ini sangat bergantung pada sinergi kuat antara komitmen pasokan Bulog, ketegasan penegakan hukum oleh Satgas Pangan, dan kesadaran para pelaku usaha untuk tidak memanfaatkan situasi demi keuntungan sepihak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....