Harga Pupuk Naik, Petani Tertekan jelang Musim Tanam
- 26 Mar 2026 22:49 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatra Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, menyebut petani akan menghadapi tantangan berat menjelang musim tanam berikutnya. Hal ini akibat lonjakan harga pupuk yang dipicu gejolak global.
Menurutnya, kenaikan harga bahan baku pupuk seperti sulfur yang kini mencapai rekor tertinggi, menjadi indikator tekanan yang akan dihadapi sektor pertanian.
“Perang yang melibatkan Iran dengan AS dan Israel telah memicu gangguan pada rantai pasok pupuk, sehingga harga bahan bakunya melonjak dan berpotensi menekan kemampuan petani untuk bercocok tanam,” ujar Gunawan, Kamis 26 Maret 2026.
Di tingkat daerah, dampak kenaikan tersebut mulai dirasakan petani di Kabupaten Deli Serdang. Dalam dua pekan terakhir, harga pupuk non subsidi mengalami kenaikan signifikan.
Pupuk urea naik dari Rp400 ribu menjadi Rp450 ribu per sak, sementara pupuk KCL meningkat dari Rp400 ribu menjadi Rp430 ribu per sak. Harga plastik mulsa juga naik dari Rp250 ribu menjadi Rp280 ribu per gulung.
Di sisi lain, petani cabai justru menghadapi tekanan dari sisi harga jual yang rendah. Berdasarkan data PIHPS Kota Medan, harga cabai merah berada di kisaran Rp19.800 per kilogram, bahkan di pasar tradisional Tanjung Morawa ditemukan harga sekitar Rp16 ribu per kilogram. Sementara di tingkat petani, harga jual hanya berkisar Rp7 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram.
“Harga jual cabai saat ini masih jauh di bawah harga pokok produksi yang mencapai Rp15.500 per kilogram, sehingga petani merugi dan berpotensi kehilangan modal untuk musim tanam berikutnya,” kata Gunawan.
Ia menambahkan, kondisi ini membuat petani cabai semakin tertekan karena harus menghadapi biaya produksi yang meningkat. Sementara pendapatan justru menurun. Menurutnya jika kondisi ini berlanjut, maka ada risiko penurunan produksi yang pada akhirnya bisa memicu kenaikan harga dan inflasi di masa mendatang.
Gunawan menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah untuk memastikan keberlanjutan produksi pertanian. Termasuk menjaga stabilitas harga pupuk dan membantu permodalan petani, agar tetap dapat memasuki musim tanam berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....