Sejumlah Harga Kebutuhan Pangan Relatif Stabil, Belum Terdampak Perang Iran - AS

  • 06 Mar 2026 20:29 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyebut harga sejumlah kebutuhan pangan pokok di Medan dan wilayah Sumatera Utara sejauh ini masih terpantau relatif stabil meskipun terdapat kekhawatiran dampak konflik geopolitik terhadap harga pangan.

“Sejumlah komoditas pangan seperti beras, cabai, daging ayam, daging sapi, telur ayam, minyak goreng, gula pasir hingga bawang masih bergerak stabil. Meski demikian, harga daging ayam masih bertahan mahal dan gula pasir mulai menunjukkan kenaikan seiring meningkatnya permintaan,” ujar Gunawan, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menjelaskan, harga cabai justru cenderung bertahan murah. Berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah di Medan dalam sepekan terakhir turun dari kisaran Rp26.200 per kilogram pada 2 Maret menjadi sekitar Rp25.000 per kilogram saat ini.

Harga cabai rawit juga mengalami penurunan. Dari sebelumnya berada di kisaran Rp30.200 per kilogram, saat ini cabai rawit ditransaksikan di sekitar Rp29.800 per kilogram. Sementara dari hasil pengamatan di lapangan, harga cabai hijau berada di kisaran Rp16.000 per kilogram.

Gunawan menambahkan, beberapa komoditas lain justru mengalami kenaikan tipis. Harga gula pasir tercatat naik menjadi Rp18.450 per kilogram dari posisi sepekan sebelumnya Rp18.350 per kilogram. Sedangkan harga minyak goreng sempat turun dan kini stabil di kisaran Rp19.100 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam masih bertahan tinggi meski mulai menunjukkan sedikit penurunan. Dari kisaran Rp44.400 per kilogram pada pekan lalu, saat ini harga berada di sekitar Rp44.000 per kilogram.

“Harga beras juga masih relatif stabil di kisaran Rp14.550 hingga Rp15.050 per kilogram pada awal pekan ini,” ucapnya.

Gunawan menilai kekhawatiran masyarakat terkait dampak perang terhadap harga kebutuhan pangan pokok sejauh ini belum terlihat signifikan. Bahkan ia memproyeksikan harga pangan masih cenderung stabil hingga menjelang Idul Fitri.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dampak konflik antara Iran dan Amerika Serikat tetap perlu diwaspadai dalam jangka menengah hingga panjang. “Dampak langsung perang terhadap harga pangan biasanya terlihat dari kenaikan bahan baku impor seperti kedelai, gandum, dan jagung. Selain itu ada dampak tidak langsung seperti kenaikan biaya distribusi, asuransi, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga kenaikan harga pupuk, pestisida, dan energi,” katanya.

Menurutnya, sejauh ini dampak tersebut memang belum terlihat memengaruhi harga pangan pokok masyarakat. Namun jika konflik berkepanjangan, kenaikan harga komoditas energi dan pangan global berpotensi mendorong tekanan inflasi ke depan.

“Perang pada dasarnya telah memicu kenaikan harga komoditas energi dan pangan. Jika tren ini berlanjut, maka peluang terjadinya tekanan inflasi juga akan semakin besar,” ucap Gunawan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....