Paradoks Petani Sumut: NTP Naik Konsumsi Turun

  • 08 Feb 2026 14:59 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan-Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai deflasi yang terjadi di Sumatera Utara pada Januari 2026 tidak hanya menunjukkan turunnya harga kebutuhan pokok, tetapi juga memberi sinyal melemahnya belanja rumah tangga petani. Kondisi ini terlihat dari pergerakan Nilai Tukar Petani (NTP) di sejumlah subsektor.

“Deflasi Januari ini mencerminkan harga kebutuhan hidup masyarakat memang turun. Namun di sisi lain, penurunan harga komoditas hortikultura membuat nilai tukar petani di sektor itu ikut tertekan,” ujar Gunawan, Minggu, 8 Februari 2026.

Ia menjelaskan Sumut mengalami deflasi sebesar 0,75 persen pada Januari. Penurunan harga paling terasa terjadi pada komoditas hortikultura seperti cabai dan sayuran, yang berdampak langsung pada pendapatan petani. NTP hortikultura tercatat turun 9,63 persen ke level 89,08, yang menandakan posisi petani relatif merugi.

Sebaliknya, sektor perkebunan rakyat justru mencatat perbaikan. NTP perkebunan rakyat naik 4,96 persen menjadi 212,9, didorong kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia sepanjang Januari.

“Harga CPO dunia bergerak naik dari kisaran 3.900-an hingga sempat menembus 4.200 ringgit per ton. Dampaknya harga tandan buah segar sawit di tingkat petani ikut terdorong, sehingga NTP perkebunan rakyat meningkat,” katanya.

Selain itu, NTP tanaman pangan naik 1,18 persen menjadi 105,01 dan NTP peternakan meningkat 1,56 persen ke level 92,75. Kenaikan dipicu menguatnya harga gabah serta harga jual daging ayam dan daging sapi.

Meski NTP gabungan petani Sumut naik 2,88 persen menjadi 150,83, Gunawan menyoroti turunnya indeks harga yang dibayar petani sebesar 1,04 persen. Rata-rata konsumsi rumah tangga petani juga turun sekitar 1,3 persen selama Januari.

“Artinya kenaikan NTP belum otomatis mendorong peningkatan belanja petani. Aktivitas konsumsi masih tertahan, sehingga deflasi juga mencerminkan pelemahan belanja di tingkat rumah tangga petani,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....