Capaian Harga Karet Tertinggi dalam 10 Tahun Nyaris Terlewati karena Efek Perang
- 25 Mei 2026 16:49 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Produksi karet Sumut di kuartal kedua (Q2) 2026 berpotensi alami peningkatan produksi hingga mencapai 30% dibandingkan dengan kuartal pertama.
Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menyebut, kenaikan tersebut tidak merata di sejumlah produsen, meskipun mayoritas produsen karet berpeluang akan mencapainya.
"Peningkatan produksi karet tidak terlepas dari peningkatan dari sisi produksi, panen pohon karet yang mulai melewati low seasion atau biasa dikenal dengan musim trek atau gugur daun," ujar Gunawan, Senin, 25 Mei 2026.
Harga karet sendiri mencapai titik tertingginya di level $2.23 per Kg pada pertengahan Mei 2026, atau nyaris melewati harga tertinggi karet dalam 10 tahun terakhir dikisaran $2.24 – $2.25 per Kg. Sejauh ini harga karet ditransaksikan dikisaran level $2.20 per Kg.
"Disaat musim gugur daun mulai berakhir, petani karet justru mendapatkan berkah dari kenaikan harga karet itu sendiri. Dimana tensi geopolitik yang memburuk telah mendorong kenaikan harga karet internasional," ucap Gunawan.
Petani belum sepenuhnya mendapatkan tekanan harga selama tensi geopolitk masih memanas, meskipun supply atau persediaan alami kenaikan. Tren ekspor karet juga terus alami peningkatan, dimana pasokan karet untuk kebutuhan domestik presentasenya dalam tren menurun belakangan ini.
"Tren permintaan karet untuk ekspor terus alami pemulihan, khususnya setelah terjadi konflik di selat hormuz. Tidak bisa dipungkiri bahwa produsen maupun petani karet belakangan ini lebih menikmati hasil jualnya dibandingkan dengan kondisi sebelum terjadinya perang," ucap Gunawan.
Produk turunan karet dalam bentuk padat (standard indonesian rubber/SIR) masih akan tetap menjadi produk ekspor dominan karet di Sumut. Peningkatan harga karet sejauh ini belum bisa dipastikan akan bertahan sampai berapa lama.
"Karena akan sangat bergantung pada dinamika konflik yang terjadi di timur tengah. Beberapa faktor pemicu kenaikan harga karet belakangan ini lebih dikarenakan demand yang tinggi untuk kebutuhan militer, walaupun potensi kenaikan harga karet juga relatif tertahan oleh hambatan jalur logistik di selat hormuz," ujar Gunawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....