Jejak Warisan di Hari Batik Nasional, Angkat Kekayaan Motif Khas Sumatera Utara
- 03 Okt 2026 10:51 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum untuk mengenalkan kekayaan budaya Sumatera Utara melalui kain batik. Hal itu diwujudkan Grand Mercure Medan Angkasa melalui kegiatan Jejak Warisan yang digelar di lobi hotel, Jumat 2 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan kolaborasi dengan UMKM lokal bersama Langgam Batik & Souvenir, yang selama ini mengembangkan batik etnik khas Sumatera Utara. Acara juga diramaikan dengan kehadiran Teh Butong produksi PTPN IV sebagai salah satu produk lokal yang disajikan kepada para tamu undangan.
General Manager Grand Mercure Medan Angkasa, Rachmad Suwardi, mengatakan batik bukan sekadar kain. Batik merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya Indonesia.
“Batik merupakan identitas budaya yang merepresentasikan kekayaan warisan Indonesia, sekaligus hasil karya yang lahir dari dedikasi para perajin lokal,” ujarnya.
Rachmad menambahkan, Jejak Warisan menjadi bagian dari komitmen hotel dalam mendukung pelestarian budaya, sekaligus pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif.
“Kami bangga berkolaborasi dengan Langgam Batik sebagai bagian dari komitmen hotel dalam mendukung pelestarian budaya. Inisiatif ini juga sejalan dengan prinsip sustainability yang kami terapkan,” katanya.
Pendiri Langgam Batik dan Souvenir, Evi Amroeni, mengungkapkan Sumatera Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan motif batik. Ia bahkan tengah melakukan penelitian dengan mendatangi berbagai daerah untuk mengumpulkan ornamen pada rumah adat dan benda-benda tradisional yang dinilai memiliki nilai budaya tinggi.
“Sebenarnya tantangan untuk melestarikan atau menghidupkan kembali batik ini sangat berat. Di sini bukan hanya bicara tentang wastra, tetapi juga penyelamatan budaya. Karena kalau bangunannya runtuh, ornamennya juga bisa hilang,” ujar Evi.
Berbagai ornamen khas Sumatera Utara kini mulai dituangkan ke dalam kain, seperti pucuk rebung, lebah bergantung, semut beriring, dan pulang petang dari budaya Melayu. Sementara dari Batak Toba terdapat gorga dan Dalihan Natolu, disusul kekayaan motif dari Simalungun, Karo, Nias, Dairi, hingga Mandailing.
“Sumatera Utara ini luar biasa. Sangat banyak ornamen yang perlu dilestarikan,” katanya.
Rangkaian Jejak Warisan berlangsung 2 hingga 4 Oktober 2026 dengan menghadirkan peragaan busana batik, talk show inspiratif, live painting oleh Ricky Audi, sajian kuliner Nusantara, pameran produk Langgam Batik, serta pengalaman membatik. Kegiatan ditutup dengan peragaan busana batik yang menjadi bagian dari upaya memperkuat apresiasi masyarakat terhadap batik, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sumatera Utara kepada generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....