Komisi VII DPR RI: PRSU Harus Bertransformasi menuju Trade Fair Nasional
- 09 Jul 2026 22:33 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Komisi VII DPR RI mendorong Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) bertransformasi menjadi ajang yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian daerah. Dorongan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PRSU ke-50 di Medan, Kamis, 9 Juli 2026.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan melihat perkembangan PRSU setelah sempat vakum selama dua tahun.
Menurut Evita, memasuki usia ke-50 tahun, PRSU harus berkembang menjadi event yang lebih modern, profesional, produktif, serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
"PRSU tidak boleh hanya dilihat sebagai arena hiburan atau keramaian rakyat semata. Ke depan harus menjadi etalase besar Sumatera Utara, mulai dari budaya, UMKM, ekonomi kreatif, perdagangan, investasi hingga pariwisata," ujar Evita.
Evita menilai PRSU memiliki potensi besar sebagai etalase Sumatera Utara yang menampilkan kekayaan budaya, produk UMKM, ekonomi kreatif, perdagangan, investasi, pariwisata, hingga berbagai potensi unggulan dari kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Kehadiran 33 paviliun kabupaten/kota serta satu paviliun dari Penang, Malaysia, dinilai menjadi modal penting untuk mengembangkan PRSU sebagai ruang promosi yang tidak hanya berskala daerah, tetapi juga nasional hingga internasional.

Keterangan Foto: Para anggota Komisi VII DPR Ri saat berjalan bersama Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution (batik biru) di lokasi PRSU, Kamis, 9 Juli 2026. (Foto: RRI/Aan Turnip)
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Komisi VII DPR RI mengajak Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta lembaga penyiaran publik TVRI, RRI, dan Kantor Berita Antara memperkuat kolaborasi dalam promosi dan pengembangan PRSU.
Evita juga mendorong agar PRSU masuk ke dalam kalender event nasional sehingga mendapat dukungan promosi, kurasi program, penguatan jejaring, serta kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Selain itu, ia menekankan pentingnya penyusunan grand design pengembangan PRSU untuk lima hingga 10 tahun ke depan agar tidak hanya menjadi ajang hiburan tahunan.
PRSU mesti berkembang sebagai pusat pameran, perdagangan (trade fair), seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang mampu menarik wisatawan, pembeli, hingga investor dari dalam maupun luar negeri.
"Ke depan PRSU harus diarahkan menjadi trade fair seperti Pekan Raya Jakarta yang mampu menghadirkan pembeli dari dalam maupun luar negeri sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Sumatera Utara," katanya.

Keterangan Foto: Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution (batik biru) saat memaparkan pelaksanaan PRSU 2026 dihadapan para anggota Komisi VII DPR RI. (Foto: RRI/Aan Turnip)
Sementara, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menyambut baik dorongan tersebut. Menurutnya, PRSU memiliki peran penting sebagai sarana pelestarian sekaligus promosi seni dan budaya Sumatera Utara hingga tingkat nasional maupun internasional, sekaligus meningkatkan perekonomian pelaku UMKM dan pelaku seni.
"Harapan kita PRSU bisa membantu melestarikan kebudayaan, memperkenalkan kebudayaan Sumatera Utara ke tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mengkurasi dan mempromosikan pelaku UMKM di bidang seni dan budaya agar memberikan manfaat ekonomi," ujar Bobby.
Bobby menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus berupaya meningkatkan sektor pariwisata melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif membutuhkan proses yang berkelanjutan, termasuk peningkatan kualitas kurasi produk serta penguatan budaya pelayanan (hospitality) masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....