UNPRI Dorong Sastra Jadi Ruang Kreativitas Mahasiswa

  • 28 Sep 2026 14:45 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Fakultas Bahasa dan Komunikasi Universitas Prima Indonesia (Unpri), mendorong kegiatan sastra menjadi ruang perjumpaan antara penulis, pembaca, dan masyarakat. Hal itu terungkap dalam Peluncuran Buku Antologi Cerpen dan Ngobrol Buku, di Aula Universitas Prima Medan, Juma 25 September 2026.

Dekan Fakultas Bahasa dan Komunikasi UNPRI, Dian Syahfitri, mengatakan sastra tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga perlu dibicarakan dan ditafsirkan. Menurutnya, kegiatan seperti Ngobrol Buku dapat menghidupkan kembali karya sastra melalui ruang diskusi dan pertemuan.

“Sastra tidak hanya dibaca, tetapi juga dibicarakan, kemudian ditafsirkan, dan dihidupkan kembali. Itulah semangat Ngobrol Buku, membuka ruang perjumpaan antara penulis, pembaca, dan masyarakat,” ujarnya.

Dian mengatakan antologi cerpen dan lokakarya dalam festival tersebut mengajarkan bahwa menulis dapat menjadi cara untuk merawat ingatan, menyampaikan gagasan, dan membangun empati. Sementara kegiatan alih wahana menunjukkan sebuah cerita dapat berkembang dalam bentuk lain dan menjangkau pembaca maupun penonton baru.

Bagi Fakultas Bahasa dan Komunikasi UNPRI, kegiatan literasi sejalan dengan upaya membekali mahasiswa dengan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi secara kreatif, kritis, serta beretika. Dian berharap festival tersebut dapat menumbuhkan lebih banyak penulis muda, sekaligus memperkuat budaya literasi di kampus dan Kota Medan.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Indonesia Sumatera Utara, Asrif, menilai kegiatan menulis dapat menjadi bagian dari strategi meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Ia menyebut keterlibatan peserta dalam menghasilkan karya menunjukkan adanya proses membaca dan berdiskusi sebelum tulisan dihasilkan.

“Anak-anak yang menulis berarti anak-anak yang telah membaca, berarti mereka yang telah berdiskusi sehingga menghasilkan tulisan. Ini satu strategi jitu untuk menaikkan PISA masyarakat Indonesia, PISA kita, literasi kita agar kemudian terus membaik,” ujarnya.

Melalui kolaborasi komunitas, perguruan tinggi, dan pemerintah, kegiatan sastra diharapkan tidak berhenti pada peluncuran buku. Ruang diskusi dan proses kreatif juga terus dibuka agar mahasiswa serta masyarakat memiliki kesempatan menghasilkan dan mengapresiasi karya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....