Legenda Pulau Sikantan Diolah untuk Pembaca Modern
- 31 Agt 2026 20:34 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Cerita rakyat tidak harus kembali dituturkan dengan bentuk dan latar yang sama. Legenda lama dapat menjadi inspirasi untuk menghadirkan cerita baru yang dekat dengan kehidupan pembaca masa kini.
Hal ini disampaikan oleh peserta kategori umum Festival Ngobrol Buku 2026, Ary Prakasa, usai mengikuti Lokakarya Penulisan Cerpen: Menghidupkan Cerita Rakyat untuk Pembaca Modern berlangsung selama tiga hari di Roha Cafe, Jalan Abdullah Lubis, Kota Medan, Jumat–Minggu, 28–30 Agustus 2026. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek daring itu mengaku memiliki ketertarikan terhadap sastra, khususnya sastra populer dan karya klasik Indonesia.
Ia sebelumnya cukup rajin menulis cerpen, tetapi sempat berhenti karena mengalami kebuntuan dalam menulis. Keikutsertaannya dalam lokakarya menjadi salah satu upaya untuk membangun kembali motivasi dan konsistensi berkarya.

“Saya berharap motivasi saya itu bisa konsisten, berkesinambungan mulai dari hari ini hingga seterusnya,” katanya.
Dalam lokakarya, Ary mengembangkan cerpen yang terinspirasi dari legenda Pulau Sikantan. Cerita tersebut diolah menjadi kisah seorang ayah yang selama 30 tahun merindukan anaknya tanpa menyadari sang anak sebenarnya telah kembali dan berada di sisinya dengan nama berbeda.
Menurut Ary, salah satu tantangan mengadaptasi folklor adalah melakukan riset dan menjaga keterkaitan antara sumber cerita dengan karya baru. Hal tersebut semakin penting ketika cerita rakyat ditulis ulang untuk pembaca modern.
“Yang paling sulit adalah bagaimana kita melakukan riset, bagaimana memastikan cerita-cerita itu masih konsisten dengan cerita kita saat mulai menulis ulangnya untuk pembaca modern,” ujarnya.
Ary juga mendapat pemahaman bahwa konflik dalam cerpen tidak selalu harus berasal dari persoalan besar. Konflik sederhana dalam keluarga dapat dikembangkan menjadi cerita yang dekat dan memiliki ikatan emosional dengan pembaca.
Setelah mengikuti lokakarya selama tiga hari, Ary menyatakan ingin terus melanjutkan aktivitas menulis. Materi dan pengalaman bersama para narasumber disebut kembali menumbuhkan semangatnya untuk berkarya di dunia kepenulisan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....