Festival Ngobrol Buku Dorong Lahirnya Penulis Baru
- 31 Agt 2026 20:36 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Festival Ngobrol Buku 2026 melalui Lokakarya Penulisan Cerpen: Menghidupkan Cerita Rakyat untuk Pembaca Modern yang diselenggarakan oleh Ngobrol Buku Indonesia telah menyelesaikan rangkaian kegiatan selama tiga hari. Kegiatan yang didukung oleh Kemendikdasmen ini berlangsung di Roha Cafe, Jalan Abdullah Lubis, Kota Medan, pada Jumat-Minggu, 28-30 Agustus 2026.
Ketua Ngobrol Buku Indonesia, Eka Dalanta Rehulina Tarigan mengatakan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan umum menunjukkan antusiasme selama mengikuti lokakarya. Mereka mendapatkan pembekalan teknis menulis cerpen sekaligus cara menggali cerita rakyat Sumatera Utara menjadi karya yang relevan bagi pembaca masa kini.
“Teman-teman sudah mulai melihat peluang-peluang menggarap cerita rakyat atau folklor lokal tersebut. Setelah pelatihan ini ada proses revisi selama beberapa hari dan karya ini nantinya juga akan kita bukukan,” katanya saat diwawancarai RRI pada Minggu, 30 Agustus 2026.
| Baca juga: Lokakarya Cerpen Folklor Diikuti 45 Penulis |
Eka mengatakan, setelah lokakarya, peserta akan menjalani proses revisi terhadap cerpen yang telah ditulis. Karya tersebut selanjutnya direncanakan terbit dalam tiga buku antologi yang masing-masing memuat cerpen kategori pelajar, mahasiswa, dan umum.
Menurut Eka, salah satu tantangan mengangkat folklor adalah cerita rakyat kerap dianggap sebagai sesuatu yang berasal dari masa lalu sehingga kurang menarik bagi generasi muda. Karena itu, diperlukan kreativitas penulis untuk menghadirkan kembali cerita lokal agar dapat diterima pembaca saat ini.
“Tantangannya adalah bagaimana supaya cerita rakyat atau folklor tersebut bisa sampai ke masyarakat dan pembaca hari ini. Tentu dengan menjadikannya inspirasi dan menggarapnya supaya cocok dengan kehidupan zaman sekarang,” ujarnya.
Selain memahami cerita rakyat, Eka menilai keterampilan menulis membutuhkan latihan dan ketekunan secara berkelanjutan. Pembekalan selama tiga hari diharapkan menjadi awal bagi peserta untuk terus mengasah kemampuan dan menghasilkan karya baru.
Ia berharap karya para peserta nantinya dapat menjadi salah satu medium untuk memperkenalkan kekayaan Sumatera Utara. Tulisan tidak hanya dapat mengangkat folklor dan budaya, tetapi juga kehidupan masyarakat hingga realitas sosial yang ada di daerah.
“Semoga lewat tulisan mereka banyak hal-hal baik yang bisa dihadirkan untuk Sumatera Utara. Ngobrol Buku juga bisa terus tumbuh dan terlibat membangun ekosistem sastra yang baik serta mendorong lahirnya penulis-penulis baru,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....