Lokakarya Cerpen Folklor Diikuti 45 Penulis

  • 29 Agt 2026 12:08 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Sejumlah 45 peserta terpilih mengikuti Festival Ngobrol Buku 2026: Lokakarya Penulisan Cerpen "Menghidupkan Cerita Rakyat untuk Pembaca Modern" yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan yang digelar Ngobrol Buku Indonesia tersebut berlangsung di Roha Cafe, Jalan Abdullah Lubis, Kota Medan, dengan hari pertama pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Ketua Panitia Lokakarya, Alda Muhsi mengatakan, peserta berasal dari tiga kategori, yakni pelajar SMA sederajat, mahasiswa, dan umum. Sebelum mengikuti lokakarya, peserta terlebih dahulu mengirimkan naskah untuk menjalani proses seleksi.

Ketua Panitia Lokakarya, Alda Muhsi, saat diwawancarai RRI pada Jumat, 28 Agustus 2026. (Foto: RRI/Mutiara)

Muhsi mengatakan panitia menerima sekitar 100 pendaftar dari ketiga kategori. Dari jumlah tersebut, masing-masing kategori dipilih 15 orang sehingga total peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 45 orang.

“Pesertanya ada tiga kategori, pelajar SMA sederajat, kemudian mahasiswa, dan umum. Jumlah pendaftar keseluruhan 100 orang dari ketiga kategori itu, yang kita pilih untuk ikut pelatihan berjumlah 45 orang,” katanya.

Muhsi mengatakan karya yang dihasilkan peserta nantinya akan dikumpulkan dan diterbitkan menjadi tiga buku berdasarkan kategori. Setiap buku direncanakan memuat 15 cerpen karya peserta dengan cerita rakyat Sumatera Utara sebagai sumber pengembangan cerita.

“Kategori mahasiswa satu buku, kategori pelajar satu buku, dan kategori umum satu buku. Masing-masing buku isinya 15 cerpen dari tiap kategori. Itulah produk atau hasil dari lokakarya ini,” ujarnya.

Muhsi mengatakan lokakarya tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap semakin berkurangnya perhatian masyarakat terhadap budaya lokal. Penulis dan pencinta sastra dinilai dapat mengambil peran dengan mengemas kembali cerita rakyat menjadi karya yang lebih dekat dengan pembaca masa kini.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap penulis semakin tertarik mengeksplorasi cerita rakyat Sumatera Utara. Cerpen yang dihasilkan juga diharapkan mendorong pembaca mengenal dan memberikan perhatian lebih terhadap budaya lokal di daerahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....