Minim Panggung, Generasi Muda Dinilai Makin Jauh dari Tari Tradisi Melayu

  • 24 Agt 2026 20:07 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan — Minimnya ruang pertunjukan seni tradisi dinilai menjadi salah satu penyebab generasi muda semakin kurang mengenal tari Melayu. Kesempatan untuk menyaksikan dan mempelajari tari tradisi seperti yang pernah dilakukan generasi sebelumnya kini dinilai semakin terbatas.

Praktisi seni tari sekaligus Founder Sanggar Nusindo Persada, Datok Irfansyah, mengatakan generasi muda tidak sepenuhnya dapat disalahkan karena kurang mengenal tari tradisi. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program Obrolan Budaya Sumatera Utara Resam Melayu di Pro 4 RRI Medan.

Menurutnya, dahulu berbagai kegiatan budaya menjadi ruang bagi para penari untuk mempelajari beragam tari Melayu. Salah satunya melalui Pekan Budaya Melayu yang menghadirkan berbagai kegiatan dan perlombaan kesenian tradisi.

Dalam kegiatan tersebut, penari dituntut mampu menguasai berbagai jenis tari Melayu, seperti Japin, Hadrah, dan Tari Inai.

“Jadi penari itu harus bisa menari Japin, harus bisa nari Hadrah, harus bisa menarikan Tari Inai. Semua.”

Datok Irfansyah menilai, kesempatan seperti itu kini semakin jarang ditemui. Akibatnya, sebagian generasi muda yang membuat tari kreasi dengan membawa nama Melayu tidak lagi memahami dasar-dasar gerak tari tradisi.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti membuat donat dengan berbagai varian rasa, tetapi tidak mengetahui bahan dasar untuk membuat donat.

Meski demikian, Datok Irfansyah menilai generasi muda sebenarnya memiliki ketertarikan terhadap tari tradisi apabila diberikan kesempatan untuk melihat dan mempelajarinya.

Ia mencontohkan, ketika generasi muda diperlihatkan kembali rekaman tari-tari Melayu yang pernah berkembang pada masa lalu, mereka justru tertarik dengan gerakan tari yang dinilai indah dan lembut.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap seni tradisi masih ada. Karena itu, keberadaan ruang pertunjukan dan kegiatan budaya dinilai penting untuk memperkenalkan kembali tari tradisi Melayu kepada generasi muda sekaligus membantu mereka memahami akar budaya sebelum mengembangkan karya baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....