Cerita Sejarah Medan Dikemas Lebih Kreatif
- 23 Agt 2026 11:20 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Sejarah Kota Medan dinilai memiliki potensi besar untuk dikemas melalui konten digital dan kegiatan kreatif agar semakin dekat dengan generasi muda. Pengemasan cerita perlu mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan identitas dan keakuratan sejarah kota.
Hal tersebut dibahas dalam Better City Talk #1: Merawat Cerita, Membentuk Kota yang digelar Clapham Collective bersama Medan Cultural Change. Kegiatan berlangsung di Kantor Clapham Collective, Medan, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Content Creator, Ghandy November, mengatakan banyak sisi Kota Medan yang dapat dikembangkan menjadi konten digital. Potensi tersebut mencakup sejarah, bangunan heritage, budaya, keberagaman masyarakat, hingga kekayaan kuliner.
Menurut Ghandy, pembuat konten perlu memahami kebiasaan dan cara berkomunikasi generasi muda, agar cerita sejarah lebih mudah diterima. Namun, karakter lokal tetap perlu dipertahankan sehingga konten yang dihasilkan memiliki identitas Medan.
“Kita harus melihat kebiasaan anak-anak muda juga, memakai bahasa mereka juga. Saya tetap dengan logat Medan, supaya orang lebih merasa dekat, relate,” katanya.
Ghandy menilai pembahasan sejarah tidak harus disampaikan secara kompleks dan kaku. Cerita dapat dipadukan dengan berbagai hal yang dekat dengan kehidupan anak muda, dengan tetap memperhatikan sumber informasi dan melibatkan pihak yang memahami sejarah agar informasi yang disampaikan akurat.
Sementara itu, Founder Medan Heritage, Rizky Syahfitri Nasution, mengatakan pendekatan kreatif telah dikembangkan melalui sejumlah program. Di antaranya Raun Raun Heritage, Main Bareng, Cakap Melayu, Heritage Lab, hingga Medan Heritage Go to School.

Program Medan Heritage Go to School dirancang dengan mendatangi sekolah untuk mengenalkan sejarah Kota Medan secara langsung kepada pelajar. Berbagai media dan aktivitas kreatif akan digunakan agar pembelajaran sejarah tidak hanya bergantung pada metode konvensional.
“Selama ini kan kita yang didatangi bola, kali ini kita mau menjemput bola. Jadi kita mau berkunjung ke sekolah-sekolah, mengajarkan anak-anak siswanya tentang sejarah Kota Medan, tapi dengan cara yang kreatif,” ujarnya.
Selain menyasar pelajar, Rizky mengatakan Heritage Lab adalah program magang yang disiapkan sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan berbagai kemampuan. Kegiatan di dalamnya mencakup pembelajaran desain, public speaking, kemampuan menjadi pemandu, serta pemahaman mengenai sejarah Kota Medan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....