Kenalkan Budaya pada Generasi Muda Melalui Permainan Tradisional
- 09 Agt 2026 14:55 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Deli Serdang — Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendukung pelestarian permainan tradisional. Hal ini sebagai bagian dari upaya mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda, sekaligus mendorong anak-anak mengurangi ketergantungan terhadap gawai.
“Di siang terik ini ternyata tidak menyurutkan kegembiraan anak-anak kita. Saya juga cukup bangga, bahwa anak-anak Tanjung Rejo bisa menggerakkan dan membuat kegiatan yang cukup besar ini untuk permainan tradisional,” kata Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, saat menghadiri Pekan Budaya Permainan Tradisional di Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan, Desa Saentis, Sabtu 8 Agustus 2026.
Menurutnya, antusiasme masyarakat dan anak-anak dalam mengikuti kegiatan yang digelar Yayasan Laskar Pelangi Tanjung Rejo tersebut menjadi modal penting untuk menjadikan permainan tradisional sebagai agenda budaya yang berkelanjutan di Deli Serdang. Ia mengatakan jika antusias masyarakat besar, Pemkab akan mengkaji dan menampung anggarannya dalam APBD.
"Saya titip, ajarkan anak-anak ini kebanggaan dengan Deli Serdang dan bawa pada kegiatan yang positif. Saya harap acara ini ke depan menjadi ikon Deli Serdang, tiap tahun diadakan pertandingan permainan tradisional,” ujarnya.
Asri yang hadir bersama Ketua TP PKK, Jelita Asri Ludin Tambunan, berharap permainan tradisional dapat terus hidup di tengah perkembangan teknologi. Ia berharap budaya bangsa bisa menjadi tuan rumah di tengah masuknya perkembangan teknologi dari dunia luar.
Ia juga melihat keberadaan Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan yang terus berkembang dapat menjadi ruang publik yang semakin banyak dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan positif, termasuk pelestarian budaya. Pekan Budaya Permainan Tradisional turut mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara melalui Dana Indonesiana.
Pamong Budaya Ahli Pertama BPK Wilayah II Sumut, Windra Adi Purba, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelestarian kebudayaan. Khususnya permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan zaman.
“Ini salah satu kegiatan pelestarian kebudayaan khususnya di permainan tradisional. Perkembangan zaman membuat budaya semakin terkikis khususnya permainan tradisional yang mulai dilupakan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Laskar Pelangi Tanjung Rejo, Siddik Zailani, mengatakan Pekan Budaya Permainan Tradisional merupakan kegiatan tahunan. Kegiatan tersebut digelar untuk mendorong pelestarian permainan tradisional, sekaligus mengurangi penggunaan gawai pada anak-anak.
Siddik turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Kegiatan Pekan Budaya Permainan Tradisional berlangsung selama dua hari, 8-9 Agustus 2026. Berbagai permainan tradisional yang dimainkan, antara laintarik tambang, terompah, pecah piring dan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....