Warisan Melayu Deli Jadi Kunci Menelusuri Sejarah Kota Medan

  • 08 Jul 2026 11:02 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Warisan budaya Melayu Deli dinilai menjadi bagian penting dalam menelusuri sejarah Kota Medan. Keberadaan bangunan bersejarah, kawasan cagar budaya, hingga peninggalan Kesultanan Deli merupakan bukti perjalanan panjang terbentuknya Kota Medan yang perlu dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda. Hal tersebut disampaikan Pengamat Sejarah Kota Medan H. Muhammad Fadli Nasution, S.T. dalam program Resam Melayu RRI Pro 4 Medan bertajuk "Menyingkap Sejarah Kota Medan dari Jantung Budaya Melayu Deli", pada Jumat, 3 Juli 2026, yang dipandu Datok Yan Djuna.

Menurut Muhammad Fadli, sejarah Kota Medan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Kesultanan Deli. Banyak kawasan dan bangunan bersejarah yang hingga kini masih berdiri menjadi saksi perkembangan kota, mulai dari rumah-rumah bergaya arsitektur Melayu, masjid, hingga kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Ia menjelaskan, sejumlah bangunan tua di Kota Medan masih mempertahankan bentuk aslinya meski telah mengalami perubahan fungsi. Keberadaan bangunan tersebut merupakan sumber sejarah yang penting karena mampu menggambarkan perkembangan Kota Medan pada masa lalu.

"Bangunan-bangunan lama itu bukan sekadar bangunan tua, tetapi merupakan bukti perjalanan sejarah. Dari situ kita bisa memahami bagaimana Kota Medan berkembang dari masa ke masa," katanya.

Dalam dialog tersebut, Muhammad Fadli juga mengulas sejumlah kawasan yang memiliki nilai historis, termasuk wilayah yang berkaitan dengan Kesultanan Deli serta beberapa bangunan yang masih berdiri hingga kini. Menurutnya, keberadaan situs-situs tersebut harus menjadi perhatian bersama agar tidak hilang akibat perkembangan kota.

Selain bangunan, ia menilai penamaan jalan dan kawasan di Kota Medan juga menyimpan jejak sejarah yang patut dipelajari. Banyak nama wilayah yang berkaitan erat dengan peristiwa maupun tokoh penting dalam perjalanan Kesultanan Deli dan perkembangan Kota Medan.

Muhammad Fadli mengatakan pelestarian warisan budaya tidak cukup hanya menjaga bangunan fisiknya, tetapi juga harus dibarengi dengan upaya mendokumentasikan sejarahnya. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya melihat peninggalan sebagai objek wisata, melainkan memahami nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal sejarah daerah melalui peninggalan budaya yang masih dapat ditemukan di Kota Medan. Menurutnya, memahami sejarah dari bukti nyata akan memperkuat rasa memiliki terhadap daerah sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk melestarikannya.

"Kalau warisan sejarah ini tidak dijaga, generasi berikutnya akan kehilangan jejak perjalanan kotanya sendiri. Karena itu pelestarian harus menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.

Melalui program Resam Melayu, RRI Pro 4 Medan terus menghadirkan ruang diskusi mengenai sejarah dan kebudayaan Melayu sebagai upaya mengangkat kembali nilai-nilai sejarah yang menjadi identitas Sumatera Utara. Diskusi tersebut diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan budaya Melayu Deli sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah Kota Medan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....