Budaya dan Kearifan Lokal Berperan Penting dalam Pelestarian Lingkungan

  • 24 Apr 2026 10:25 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan — Budaya dan kearifan lokal dinilai memiliki peran penting dalam upaya pelestarian lingkungan di Indonesia. Nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Dilansir dari Kemenbud, budaya menjadi bagian penting dalam membentuk kesadaran masyarakat terhadap lingkungan melalui tradisi, adat istiadat, cerita rakyat, hingga praktik sosial yang mengajarkan hidup selaras dengan alam.

Nilai gotong royong, hidup sederhana, serta penghormatan terhadap alam tercermin dalam berbagai tradisi masyarakat di Nusantara. Salah satunya tradisi “Nyacar Lembur” di masyarakat Sunda yang memadukan kegiatan budaya dengan aksi membersihkan lingkungan secara bersama-sama.

Selain itu, berbagai daerah di Indonesia juga memiliki kearifan lokal yang terbukti efektif menjaga kelestarian alam. Di Bali, masyarakat mengenal sistem Subak, yaitu pengelolaan irigasi tradisional yang mengedepankan keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Sementara di Maluku terdapat tradisi Sasi, yakni aturan adat yang melarang pengambilan sumber daya alam tertentu dalam kurun waktu tertentu agar ekosistem dapat pulih kembali.

Masyarakat Baduy di Banten juga dikenal menjaga hutan adat dengan melarang penebangan pohon secara sembarangan. Di wilayah Kalimantan, masyarakat Dayak menerapkan sistem ladang berpindah dengan rotasi lahan yang terencana untuk menjaga kesuburan tanah dan kelestarian hutan.

Sementara itu, masyarakat adat di Nusa Tenggara Timur memiliki tradisi Lilifuk dan Egek, yakni penutupan sementara sebagian wilayah laut untuk menjaga populasi ikan dan terumbu karang.

Kemendikbud menilai kearifan lokal tersebut menjadi bukti bahwa budaya dapat menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan lingkungan, seperti deforestasi, polusi, dan perubahan iklim.

Namun demikian, modernisasi dan globalisasi dinilai menjadi tantangan tersendiri karena berpotensi mengikis nilai-nilai tradisional yang ramah lingkungan. Karena itu, pelestarian budaya lokal perlu terus diperkuat melalui pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan kebijakan.

Dengan menjaga budaya dan mengamalkan kearifan lokal, masyarakat tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga merawat warisan budaya bangsa untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....