Perkuat Ketahanan Pangan, Wabup Dorong Kembangkan Bawang Merah
- 15 Sep 2026 10:51 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo mendorong Pondok Pesantren Al-Hidayah di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru untuk mengembangkan budidaya bawang merah. Hal ini sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
Dorongan tersebut disampaikan Lom Lom saat mengawali penanaman bawang merah bersama Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Al-Hidayah, Sabtu, 12 September 2026.
Ia menyambut baik langkah pesantren yang turut memanfaatkan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan. Ia menegaskan, pemerintah daerah terus mendorong agar lahan yang tersedia dapat diusahakan dan tidak dibiarkan terlantar.
“Kami mengarahkan dan menginstruksikan kepada camat agar semua lahan diusahakan. Tidak ada lagi tanah yang terlantar, walaupun sebatas menanam terong,” ucapnya.
Ia menambahkan, bawang merah dan cabai merupakan komoditas yang mendapat perhatian pemerintah karena berpengaruh terhadap inflasi. Pemerintah daerah, kata dia, secara rutin berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan kedua komoditas tersebut.
Ia juga mengapresiasi Pondok Pesantren Al-Hidayah yang mengambil peran dalam mendukung program ketahanan pangan. Lahan pesantren yang saat ini sekitar lima hektare, kata Lom Lom, akan didorong untuk dikembangkan hingga mencapai 20 hektare. “Mudah-mudahan dengan tangan dingin kita semua di sini bersama para ulama, bawang yang biasanya satu banding 10, siapa tahu di sini bisa satu banding 20,” ujarnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah, Khairul Ghazali, mengatakan, pihaknya memiliki pengalaman dalam budidaya bawang merah. Saat pandemi Covid-19, pesantren pernah mengembangkan bawang merah dengan pendampingan Bank Indonesia dan memperoleh hasil yang baik.
“Dulu pada waktu Covid, saya pernah menanam bawang langsung di bawah binaan Bank Indonesia dan sukses. Kami menerapkan sistem yang dipandu para ahli pertanian bawang yang dihadirkan Bank Indonesia,” kata Khairul.
Khairul mengatakan, pengembangan bawang merah saat ini merupakan bentuk kontribusi pesantren dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu menjaga stabilitas harga komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi.
Selain bawang merah, Pondok Pesantren Al-Hidayah juga mengembangkan tanaman aren sebagai tanaman konservasi sekaligus sumber pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ribuan pohon aren telah ditanam di kawasan pesantren dan hasilnya mulai diolah menjadi berbagai produk, seperti gula cetak, gula semut dan kolang-kaling.
“Kami berharap mendapat dukungan dari semua pihak, karena ini untuk anak-anak bangsa, untuk kemandirian pesantren dan masyarakat Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru,” ucapnya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menilai pengembangan bawang merah di Pondok Pesantren Al-Hidayah merupakan langkah strategis untuk mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Menurutnya, pencapaian kemandirian pangan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Termasuk pesantren dan lembaga pendidikan, dalam memanfaatkan lahan yang tersedia.
“Kalau seandainya semua institusi pendidikan di luar binaan negara melakukan seperti yang dilakukan Pak Khairul Ghazali, memanfaatkan lahan yang ada untuk ketahanan pangan, saya pikir apa yang menjadi target pemerintah akan lebih cepat tercapai,” katanya.
Sugiat juga mendorong agar hasil pertanian tidak berhenti pada penjualan bahan mentah. Bawang merah hasil budidaya dapat dikembangkan menjadi produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan.
Selain bawang merah, Sugiat mengapresiasi pengembangan aren yang dilakukan Pondok Pesantren Al-Hidayah. Menurutnya, pengembangan komoditas pertanian sekaligus konservasi tersebut menunjukkan potensi pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....