Pemerintah Merumuskan Strategi Penanganan Bencana Indonesia
- 08 Sep 2026 10:24 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Kamis ( 3 September 2026 ) pagi, membahas berbagai tantangan serta strategi penanganan bencana di Indonesia. Menghadirkan narasumber Dr. Aras Firdaus, S.H., M.H. (Dekan Fakultas SOSHUM Universitas Quality) dan Julius Paolo Siregar (Kepala Divisi Konservasi Insitu YEL) bertujuan untuk memetakan akar permasalahan lingkungan yang kerap memicu bencana dan memberikan edukasi publik mengenai pentingnya kewaspadaan dini terhadap ancaman alam.
“ Efektivitas regulasi penanganan bencana. Akademisi tersebut menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pihak perusak lingkungan. Selain faktor hukum, pakar hukum ini mendesak pemerintah daerah untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di daerah rawan. Kerangka regulasi yang kuat akan memperkokoh perlindungan masyarakat dari dampak bencana alam, “ ujar Aras Firdaus.
Sedangkan Julius Paolo Siregar memaparkan strategi pelestarian ekosistem hutan untuk mencegah bencana secara berkelanjutan. Aktivis lingkungan tersebut menjelaskan pentingnya pendekatan berbasis masyarakat dalam upaya pemulihan kawasan konservasi. Organisasi non-pemerintah ini secara aktif mendorong program reboisasi dan edukasi lingkungan hidup. Upaya konservasi lahan secara konsisten dapat mengurangi risiko pemanasan global serta bencana hidrometeorologi.
“ Sinergi antarlembaga menjadi kunci utama dalam mempercepat respons darurat bencana. Pemerintah pusat bersama instansi daerah wajib meningkatkan alokasi anggaran logistik dan peralatan mitigasi. Di samping itu, seluruh pemangku kepentingan harus menyusun pemetaan wilayah rawan bencana secara presisi. Kolaborasi yang terintegrasi ini akan meminimalkan angka korban jiwa serta kerugian material masyarakat, “ ungkap Julius
Masyarakat lokal memegang peranan vital dalam mendeteksi dan mengantisipasi bahaya alam sejak dini. Para warga dapat membentuk kelompok tanggap bencana mandiri untuk memperkuat daya tahan lingkungan tempat tinggal. Edukasi kebencanaan berkelanjutan harus mencakup simulasi evakuasi mandiri saat situasi darurat. Keterlibatan aktif warga secara kolektif akan mewujudkan komunitas yang tangguh dalam menghadapi bencana.
Diakhir dialog narasumber memberikan kesimpulan bahwa penanganan bencana membutuhkan komitmen nyata dari seluruh lapisan elemen bangsa. LPP RRI Medan berkomitmen terus menyiarkan dialog interaktif untuk membangun kesadaran kritis publik. Seluruh pihak sepakat untuk memperkuat sinergi antara regulasi, akademisi, dan partisipasi masyarakat. Komitmen bersama ini diharapkan mampu mewujudkan Indonesia yang lebih aman dan tangguh bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....