Aktivitas Gunung Sinabung Masih Tinggi, PVMBG dan BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

  • 05 Agt 2026 16:22 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Karo – Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo masih tergolong tinggi dan hingga saat ini tetap berstatus Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan karena potensi erupsi masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Pengamat Gunung Api Sinabung PVMBG, Armen Putra, mengatakan aktivitas vulkanik hingga Rabu, 5 Agustus 2026 siang, masih didominasi gempa-gempa vulkanik. Secara visual, asap kawah terpantau membumbung setinggi 50 hingga 300 meter, disertai kemunculan asap berwarna kebiruan di lereng timur yang berdampak terhadap tumbuhan di sekitar kawasan gunung menjadi layu atau agak menguning.

Armen menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan, belum terlihat pertumbuhan kubah lava baru di puncak Gunung Sinabung. Kubah lava yang ada saat ini merupakan sisa aktivitas erupsi pada 2020 dan belum menunjukkan perkembangan yang mengarah pada pembentukan awan panas.

"Sampai saat ini belum ada pertumbuhan kubah lava. Yang ada hanya sisa-sisa kubah lava lama dari tahun 2020-an dan belum ada tanda-tanda pertumbuhan baru," katanya saat diwawancarai melalui telepon.

Meski demikian, PVMBG menilai potensi erupsi freatik maupun magmatik masih ada sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. Armen mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo dan menerbitkan rekomendasi agar tidak ada aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah serta 3,5 kilometer ke arah timur hingga tenggara.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi ancaman. Kami juga merekomendasikan agar tidak ada aktivitas dalam radius dua kilometer dan 3,5 kilometer ke arah timur hingga tenggara," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Karo, Gelora Sembiring, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PVMBG dan Pemerintah Kecamatan Naman Teran sebagai wilayah yang paling terdampak aktivitas Gunung Sinabung. Koordinasi dilakukan menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau sejak 28 Juli 2026.

"Selanjutnya, tim penjagaan dan kesiapsiagaan terus mengimbau warga maupun pengunjung yang beraktivitas atau berwisata di sekitar Sinabung agar tetap waspada," katanya.

Selain itu, Gelora mengatakan BPBD telah menyiapkan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian apabila aktivitas Gunung Sinabung mengalami peningkatan signifikan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi yang lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....