Jiwa Merdeka dari Hawa Nafsu Dunia
- 10 Agt 2026 17:28 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga mampu membebaskan diri dari belenggu hawa nafsu dan kecintaan berlebihan terhadap kehidupan dunia.
Hal ini disampaikan Fadhli Sudiro, M.SQ dalam kajian Mutiara Pagi RRI Medan, edisi Rabu, 5 Agustus 2026, dengan judul Motivasi Jiwa Merdeka dari Hawa Nafsu Dunia.
Menurut Fadhli Sudiro, manusia perlu memiliki kemampuan mengendalikan hawa nafsu agar kehidupan tidak hanya berorientasi pada kesenangan duniawi. Keinginan terhadap harta, kedudukan, popularitas dan berbagai kenikmatan dunia harus ditempatkan secara proporsional, sehingga tidak menjauhkan manusia dari Allah SWT.
Ia menjelaskan, jiwa yang merdeka adalah jiwa yang tidak diperbudak oleh keinginan dunia. Seorang muslim tetap boleh menikmati kehidupan dunia, namun tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama kehidupan.
“Jiwa yang merdeka adalah jiwa yang mampu mengendalikan hawa nafsu, bukan jiwa yang dikendalikan oleh hawa nafsu. Dunia boleh berada di tangan, tetapi jangan sampai dunia menguasai hati,” ujar Fadhli Sudiro.
Ditambahkan, perjuangan melawan hawa nafsu merupakan bagian penting dari proses memperbaiki kualitas diri. Untuk itu, umat Islam dianjurkan memperkuat keimanan, memperbanyak zikir, membaca dan mengamalkan Alqur'an serta melakukan muhasabah agar mampu mengenali kelemahan diri.
| Baca juga: Ramadan dan Pendidikan Hati |
Fadhli juga mengingatkan, kesenangan dunia bersifat sementara, karena manusia hendaknya tidak terlena dengan pencapaian duniawi dan tetap mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
Kemerdekaan jiwa, lanjutnya, akan melahirkan ketenangan, kesabaran dan kemampuan untuk mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai agama, bukan semata-mata mengikuti keinginan sesaat.
Melalui kajian Mutiara Pagi, pendengar diajak menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana untuk melakukan refleksi diri. Bukan hanya mengenang kemerdekaan bangsa, tetapi juga berusaha mencapai kemerdekaan hati dengan melepaskan diri dari belenggu hawa nafsu dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.
Dengan jiwa yang merdeka, seorang ⁰muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan secara seimbang, bekerja dan berikhtiar untuk dunia, namun tetap menjadikan Allah SWT dan kehidupan akhirat sebagai orientasi utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....