Harap dan Cemas kepada Allah Harus Berjalan Seimbang
- 29 Jul 2026 10:34 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Umat Islam diajak untuk senantiasa menyeimbangkan rasa harap terhadap rahmat Allah SWT dengan rasa cemas akan azab-Nya. Kedua sikap tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keimanan sekaligus mendorong seseorang untuk terus berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan.
Hal itu disampaikan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Suriadi, S.Ag., dalam tausiah program Mutiara Sore di RRI Pro 4 Medan.
Menurut Suriadi, rasa harap dan cemas merupakan sifat mulia yang dimiliki para nabi, rasul, dan orang-orang saleh.
"Berharaplah sepenuhnya hanya kepada Allah, dan merasa cemas kepada-Nya adalah termasuk di antara perkara-perkara yang menyelamatkan kita. Perasaan harap dan cemas adalah suatu peringkat yang mulia dari Allah SWT karena keduanya menjadi sifat para nabi dan rasul serta para pengikutnya dari orang-orang saleh," ujarnya.
Suriadi menjelaskan, seorang mukmin harus selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Allah, namun pada saat yang sama tetap merasa takut apabila melakukan perbuatan yang dapat mengundang murka-Nya.
"Kita berharap mendapatkan ampunan Allah menuju jalan Allah, tapi kita harus senantiasa berlindung dari azab Allah SWT. Karena bisa jadi perkara-perkara yang kita lakukan adalah perkara-perkara yang mengundang azab Allah SWT," katanya.
| Baca juga: Prinsip muamalah qur'ani |
Ia menambahkan, hati yang dipenuhi rasa harap dan cemas akan lebih mudah menerima bimbingan Allah sehingga mampu menghindari berbagai perbuatan yang dilarang.
"Ketika seseorang itu terjaga hatinya, harapnya kepada Allah dan perasaan cemasnya kepada Allah, maka dia mendapat bimbingan dan tuntunan dari Allah sehingga dia terhindar dari perbuatan-perbuatan yang terlarang," tuturnya.
Suriadi juga mengingatkan bahwa setiap amal, sekecil apa pun, akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Karena itu, setiap Muslim hendaknya senantiasa menjaga niat, hati, dan perbuatannya.
"Jadilah kita senantiasa orang-orang yang berniat baik, berhati baik, dan berbuat baik. Bukan karena ingin dicap orang baik, tetapi karena kita sadar bahwa apa pun yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri," ucapnya.
Menutup tausiahnya, Suriadi mengajak umat Islam untuk terus memperbanyak amal saleh, menjauhi perbuatan dosa sekecil apa pun, serta selalu berharap kepada rahmat Allah seraya bertaubat atas setiap kesalahan yang pernah dilakukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....