Bijak Memanfaatkan AI, Jangan Sampai Teknologi Mengendalikan Manusia

  • 26 Jul 2026 12:46 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kehadiran Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Mulai dari mengedit foto, membuat video, mencari ide, hingga membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan, teknologi ini menawarkan kemudahan yang belum pernah ada sebelumnya. Namun, di balik manfaat tersebut, pengguna diingatkan untuk tetap bijak dan kritis dalam memanfaatkan AI agar tidak menimbulkan dampak negatif.

Dalam Inspirasi Qolbu Pro 2 RRI Medan, bertema “Bingkai: Bijak dan Lihai Memakai AI”, ustaz Muhammad Agung Permana mengatakan AI bukanlah teknologi yang harus ditolak, melainkan alat yang perlu digunakan secara bertanggung jawab.

“Boleh kita menggunakan AI, tetapi hanya untuk hal-hal yang bermanfaat. Jangan sampai AI justru mengendalikan manusia,” ujar Agung, Jumat, 24 Juli 2026.

Ia juga mengingatkan penggunaan AI secara berlebihan dapat menurunkan kemampuan berpikir, terutama di kalangan generasi muda.

Ustaz Agung juga mengatakan meningkatnya penggunaan AI yang diikuti berbagai risiko, seperti penyebaran informasi yang tidak benar hingga maraknya penipuan digital. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak mudah mempercayai setiap informasi yang dihasilkan teknologi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Dalam perspektif Islam, ia mengutip Surah Al-Isra ayat 36 yang mengajarkan agar seseorang tidak mengikuti sesuatu tanpa memiliki pengetahuan yang jelas.

“Allah melarang kita mengikuti sesuatu tanpa mengetahui kebenarannya. Karena itu, setiap informasi yang berasal dari AI harus diteliti dan dipastikan terlebih dahulu sebelum dipercaya atau disebarluaskan,” ucapnya.

Selain itu, manusia juga diingatkan untuk tetap mengedepankan akal dan kemampuan berpikir yang telah dianugerahkan Allah SWT. AI dinilai dapat menjadi sarana mencari inspirasi atau referensi, tetapi bukan untuk menggantikan proses belajar maupun berpikir kritis.

“Kalau AI digunakan untuk mencari jawaban atas semua hal, saya khawatir kemampuan berpikir generasi muda akan terus menurun,” kata Agung.

Ustaz Agung mengajak masyarakat untuk menjadikan AI sebagai alat yang mendukung produktivitas, bukan sebagai pengganti peran manusia. Ia menekankan pentingnya menerapkan sikap tabayun atau melakukan cross check terhadap setiap informasi yang diperoleh.

“Kita yang harus mengendalikan AI, bukan AI yang mengendalikan kita. Gunakan teknologi ini untuk manfaat, dan selalu berhati-hati dalam setiap penggunaannya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....