Menjaga Lisan, Menjaga Hati Sesama
- 24 Jul 2026 10:13 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Menjaga lisan merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, perkataan yang keluar dari mulut seseorang dapat membawa kebaikan sekaligus keburukan. Dalam Inspirasi Qolbu Pro 2 Medan, ustazah Suci Khairani Harianja mengatakan agar umat Islam diingatkan keselamatan seseorang sangat bergantung pada kemampuannya menjaga ucapan.
“Selamatnya manusia tergantung menjaga lisannya,” ujar Suci mengutip nasihat Rasulullah SAW.
Meski lidah tidak bertulang, lisan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan. Bahkan, perkataan yang baik dapat menjadi jalan menuju surga, memperberat timbangan amal, hingga mengantarkan seseorang meraih husnul khatimah.
Rasulullah SAW juga bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik atau diam.” Hadis tersebut menegaskan menjaga ucapan merupakan salah satu tanda keimanan seseorang. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk berhati-hati dalam berbicara agar tidak menyakiti maupun menyinggung perasaan orang lain.
Selain hadis, Al-Qur’an pun mengingatkan umat manusia untuk senantiasa berkata benar. Dalam Surah Al-Ahzab ayat 70, Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar.” Semakin seseorang mampu menjaga lisannya, semakin kuat pula ketakwaannya kepada Allah SWT.
Ustazah Suci menjelaskan luka akibat ucapan sering kali lebih dalam dibandingkan luka fisik.
| Baca juga: Memuliakan Orang Tua di Usia Senja |
“Satu peluru hanya bisa menembak satu kepala, tetapi satu perkataan yang menyakiti hati orang lain bisa menembus puluhan kepala,” ucap Sri, Rabu, 22 Juli 2026.
Karena itu, umat Islam diajak untuk menghindari kebiasaan berbohong, mengingkari janji, menghina, mengolok-olok, hingga membicarakan aib sesama.
Di era digital saat ini, menjaga lisan juga berarti menjaga jari-jari ketika menggunakan media sosial. Masyarakat diimbau untuk menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
“Kalau mau sharing, disaring dulu. Pastikan kebenarannya dan jangan sampai kita menyebarkan hoaks yang belum jelas,” kata Suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....