Jangan Mencela, Memfitnah, dan Mengiba

  • 15 Jul 2026 11:22 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID - Medan - Mencela dan merendahkan orang lain bukanlah akhlak seorang muslim. Lisan yang dijaga akan menghadirkan kedamaian, sedangkan lisan yang gemar mencela dapat melukai hati dan merusak persaudaraan.

Hal ini disampaikan Estifa dalam acara Mutiara Pagi, Pro1 RRI Medan, dengan judul: Tidak suka mencela, edisi Selasa, 14 Juli 2026. Estifa mengungkapkan, setiap muslim hendaknya membiasakan diri untuk berkata baik atau memilih diam.

Perbedaan pendapat, kekurangan, maupun kesalahan orang lain bukan alasan untuk menghina atau mempermalukan mereka. Sebaliknya, Islam mengajarkan agar saling menasihati dengan hikmah, penuh kasih sayang, dan menjaga kehormatan sesama.

"Allah SWT mengingatkan dalam Alqur'an, agar tidak saling mengolok-olok, mencela, ataupun memberikan julukan yang buruk. Oleh karena itu, setiap ucapan yang keluar dari lisan hendaknya menjadi sumber kebaikan, bukan penyebab perpecahan," ucap Estifa.

Dalam acara Mutiara Pagi yang disiarkan melalui frequensi 94,3 Mhz ini turut memberikan kesempatan kepada pendengar melalui tanyajawab WA 0811616943. Suci di Setiabudi bertanya, jika yang kita katakan itu benar, apakah termasuk mencela. Kemudian yang membedakan kritik, mencela dan memberi nasehat. Jawabnya, hal seperti itu harus dimusyawarah, tidak perlu dihina atau dicela dan memfitnah.

"Walaupun benar misalnya tentang kondisi orang lain berarti itu gibah, dan sebaliknya menceritakan orang laindalam keadaan tidak benar, ini namaya fitnah, kalau memang ada masalah coba dimusyawarahkan, tidak perlu menfitnah, gibah dan kritik," ujar Estifa.

Diakhir kajiannya Estifa berharap, mudah-mudahan kita semua diberi kemampuan untuk menjaga lisan, menghindari kebiasaan mencela, serta menjadi pribadi yang santun dalam perkataan dan perbuatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....