Tradisi Tahun Baru Hijriah, Momentum Introspeksi dan Kebersamaan

  • 19 Jun 2026 23:06 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID,Medan – Tahun Baru Hijriah atau 1 Muharram menjadi momen yang sarat makna bagi masyarakat. Menurut sejumlah pendengar Pro 4 RRI Medan, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga sebagai waktu untuk melakukan introspeksi diri dan mempererat silaturahmi dengan sesama. Tradisi menyambut Tahun Baru Hijriah umumnya diisi dengan kegiatan keagamaan seperti doa bersama, pengajian, zikir, serta pawai obor yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.

" Ada pengajian di masjid sekitar rumah dan jadi kebiasaan setiap tahunnya", ujar Farida dalam acara Markobar Programa 4 pada Selasa,16 Juni 2026.

Pendengar lainnya Amel warga Ringroad Medan menilai Tahun Baru Hijriah merupakan kesempatan untuk mengevaluasi diri atas segala aktivitas yang telah dilakukan selama setahun terakhir.

" Biasanya di lingkungan saya apa pengajian bersama di mesjid baik awal tahun baru dan akhir tahun baru islam dan bertekad menjadi lebih baik lagi ".ucapnya.

Selain kegiatan keagamaan, berbagai daerah di Indonesia juga memiliki tradisi khas dalam menyambut Tahun Baru Islam, mulai dari pawai obor, doa bersama, hingga penyajian kuliner tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya yang terus dijaga masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai Islam.

Dengan berbagai tradisi yang masih lestari hingga kini, Tahun Baru Hijriah diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai religius, persaudaraan, dan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....