Akhir Tahun 1447 Hijriah Jadi Momentum Muhasabah Diri

  • 15 Jun 2026 21:07 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Menjelang berakhirnya tahun 1447 Hijriah, umat Islam diajak untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri terhadap perjalanan hidup dan amal ibadah yang telah dijalani selama setahun terakhir. Ajakan tersebut disampaikan Al-Ustaz Amri Sembiring dalam program Kajian Mutiara Sore yang disiarkan melalui Pro FM RRI Medan.

Dalam tausiahnya, Amri Sembiring mengingatkan bahwa pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, tetapi menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk mengevaluasi diri dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk memperhatikan apa yang telah dipersiapkan bagi kehidupan di masa depan. Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak lalai terhadap tujuan akhir kehidupannya.

“Wahai orang-orang yang beriman, cobalah lihat apa yang sudah engkau persiapkan untuk hari esokmu. Bertakwalah engkau kepada Allah SWT, karena Allah Maha Mengetahui apa yang engkau lakukan,” ujar Amri Sembiring dalam tausiahnya.

Ia menjelaskan bahwa kehidupan manusia berjalan dalam beberapa fase, mulai dari masa lemah saat kecil, masa kuat ketika dewasa, hingga kembali memasuki fase lemah ketika usia bertambah. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa manusia tidak akan selamanya berada dalam kondisi terbaiknya.

Mengutip pandangan para ulama, Amri menyebut usia di atas 40 tahun sebagai masa ketika berbagai nikmat yang sebelumnya dimiliki manusia mulai berkurang. Kekuatan fisik, kesehatan, hingga berbagai kemampuan lainnya perlahan menurun sebagai bagian dari sunnatullah yang berlaku bagi setiap manusia.

Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi pengingat agar manusia semakin meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh sebelum datangnya kematian yang sesungguhnya.

Amri juga menekankan pentingnya menjaga salat sebagai fondasi utama kehidupan seorang muslim. Ia menilai salat bukan sekadar kewajiban rutin, melainkan ibadah yang menentukan kualitas hubungan seseorang dengan Allah SWT.

“Orang yang tidak mengamalkan perintah-perintah Allah, yang jatuh kepada ibadah salat sebagai ibadah yang mendasar, maka orang tersebut akan mengalami kerugian yang begitu banyak,” katanya.

Selain salat wajib, ia mengajak umat Islam untuk membiasakan berbagai salat sunah seperti rawatib, duha, tahajud, dan witir sebagai bekal dalam menghadapi kehidupan setelah dunia berakhir. Menurutnya, amalan-amalan tersebut dapat menjadi penerang bagi seorang hamba di akhirat kelak.

Lebih lanjut, Amri mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanya bersifat sementara. Kekayaan, kemiskinan, kesehatan maupun kesulitan hidup hanyalah fase yang akan berlalu, sedangkan kehidupan yang sebenarnya akan dimulai setelah manusia meninggalkan dunia.

Karena itu, ia mengajak pendengar menjadikan penghujung tahun 1447 Hijriah sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat kualitas ibadah agar memasuki tahun baru 1448 Hijriah dengan bekal keimanan yang lebih baik.

Di akhir ceramahnya, Amri menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendengar atas segala kekhilafan selama menyampaikan dakwah. Ia berharap pesan yang disampaikan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal di akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....