Bahasa Asing Perlu Dikuasai, Bahasa Indonesia dan Daerah Tetap Harus Diutamakan

  • 07 Jun 2026 12:31 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Wacana pembelajaran bahasa Prancis dan Portugis di sekolah-sekolah mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Dalam program Markobar RRI Pro 4 Medan, pendengar menilai penguasaan bahasa asing penting untuk menghadapi perkembangan global, namun tidak boleh mengesampingkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Diskusi tersebut muncul setelah adanya dorongan agar bahasa asing, khususnya bahasa Prancis, dipelajari di lingkungan pendidikan. Masyarakat yang mengikuti dialog radio tersebut umumnya mendukung penguasaan bahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan global, namun tetap menekankan pentingnya menjaga identitas bangsa melalui bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Pak Selamet, salah seroang pendengar setia Pro 4 mengaku setuju dengan pentingnya mempelajari bahasa asing. Namun, ia menilai akan menjadi kekeliruan jika seseorang lebih mengutamakan bahasa asing dibanding bahasa Indonesia.

“Kalo lebih mengutamakan bahasa asing kan gak bagus itu, kekeliruan lah itu namanya,” kata Pak Selamet saat menanggapi anggapan bahwa bahasa asing lebih penting daripada bahasa Indonesia.

Sementara itu, Julia menilai pembelajaran bahasa Prancis dan Portugis dapat menjadi pilihan bagi mereka yang memang berminat. Namun, ia mempertanyakan kesiapan generasi muda untuk mempelajari bahasa baru tersebut saat menjawab pertanyaan penyiar di studio Pro 4 Medan .

“Kalau untuk beberapa orang yang mau belajar ya gak apa-apa. Cuman kita ngeliat nih generasi sekarang apakah mereka mau gitu. Sedangkan bahasa Inggris aja mereka masih kayak, ah nanti lah,” ujar Julia.

Menurut Julia, penguasaan bahasa asing memang dapat membuka peluang yang lebih luas, tetapi minat belajar dan kesiapan peserta didik juga perlu menjadi perhatian. Ia menilai bahasa Inggris yang telah lama diajarkan di sekolah pun masih belum sepenuhnya dikuasai oleh sebagian generasi muda.

Perbincangan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak menolak pembelajaran bahasa asing. Namun, mereka berharap bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dan bahasa daerah sebagai warisan budaya tetap mendapat perhatian utama di tengah perkembangan pendidikan dan kebutuhan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....