Pentingnya menjaga iman
- 31 Mei 2026 18:59 WIB
- Medan
RRI.CO.ID - Medan - Menjaga iman sangatlah penting, karena ia menjadi pondasi utama dalam menjalani kehidupan. Iman berfungsi sebagai kompas moral dan spiritual yang memberikan ketenangan batin, ketahanan mental saat menghadapi cobaan serta menjadi penentu arah dalam berbuat kebaikan dan kebahagiaan dunia.
Melalui kajian Mutiara Pagi, yang disiarkan Pro1 RRI Medan, dengan judul: Pentingnya menjaga iman, edisi Rabu 13 Mei 2026, Ustadz Abdul Malik Sudiro, SE., M.M mengatakan, iman adalah percaya dan meyakini dalam hati, dilakukan dengan hati, dan percaya dengan rukun iman. Untuk menjaga keimanan kita, terangnya harus memiliki tiga hal masing-masing: belajar ilmu agama, perbanyak ketaatan kepada Allah, dan ke tiga perbanyak do'a kepada Allah SWT. Disebutkan dalam Alqur'an surah Ali Imran ayat 102 yang artinya, waha orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, dan janganlah kamu mati, kecuali dalam keadaan islam.
| Baca juga: Perjalanan Nabi Nuh Berdakwah |
"Allah menekankan dalam ayat ini, jangan sampai meninggal dalam keadaan kafir, harus dijaga keimanan kita kepada Allah. Pada saat seseorang meninggal dalamkeadaan kafir, maka dia akan merugi selama-lamanya, rugi di dunia, rugi di akhirat, "ucapnya.
Selaras dengan hal tersebut, Abdul Malik Sudiro menerangkan, demi masa dan waktu, sesungguhnya manusia itu berada dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang tersebut selalu menjaga keimanannya kepada Allah SWT serta dalam kehidupannya memperbanyak amal salih. Program Mutiara Pagi yang disiarkan langsung dari pukul 05.30 s.d 05.50 WIB turut juga memberi kesempatan kepada pendengar melalui WA 0811616943. Pendengar pak Noh di Paluhurau bertanya, bagaimana jika seseorang itu menganggap salatnya sudah benar, sehingga salat jum'atpun tidak mau mengerjakan. Jawab Ustadz, pada saat seseorang tidak melaksanakan salat jum'at, berarti belum benar pengetahuannya tentang ilmu agama.
| Baca juga: Polres Tanjungbalai Amankan Pawai Taaruf |
"Salat jum'at itu hukumnya wajib, barang siapa yang tidak mengerjakannya dengan sengaja, maka dia akan mendapatkan dosa besar dari Allah SWT. Berarti pikiran dan hatinya telah dirusak oleh syaitan laknatullah, "ujar Abdul Malik Sudiro, SE., M.M.
Selanjutnya ibu Aflah di Laudendang bertanya, mengapa kita selalu berdo'a minta hidup beriman, mati dalam keadaan beriman, apakah nanti takut waktu meninggalnya sangkratul maut. Jawab Ustadz, masalah iman, kita selalu berdo'a kepada Allah SWT.
"Selalu bermohon kepada Allah, jangan sampai keluar dalam keadaan beriman dan menjadi kafir, melakukan syirik, sesajien, hal seperti ini jangan sampai terjadi. Marilah kita jaga iman kita, berdo'alah semoga menjadi husnul khotimah, ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....