Menjadi pribadi terbaik

  • 11 Mei 2026 00:58 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID - Medan- Menjadi pribadi terbaik adalah proses berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas diri secara mental, emosional dan sosial. Dengan mencintai diri sendiri, berintegritas serta konsisten dalam mengembangkan potensi diri dimulai dengan instropeksi, menanamkan rasa syukur, mengelola emosi, disiplin waktu dan fokus dengan solusi.

Dalam program Mutiara Pagi, edisi Kamis 7 Mei 2026 dengan topik: Menjadi pribadi yang terbai, ustad Abdul Malik Sudiro, mengatakan ada tiga hal yang harus diketahui masing-masing: menyuruh yang baik-baik, mencegah dan menjaga yang baik-baik. Disebutkan, membangun integritas, berani, jujur, konsisten antara perkataan dan tindakan serta memegang teguh prinsip moral.

Program siaran ini yang berlangsung dari pukul 05.30 s.d 05 50 WIB turut juga memberi kesempatan kepada pendengar melalui line WA 0811616943. Aflah di Law dendang bertanya, bagaimana jika kita melakukan amal makruf nahi mungkar, tapi mereka tidak mengerjakannya.oʻ Jawab ustadz, tugas kita untuk berdakwah, bukan untuk merubah prilaku atau karakter orang yang kita dakwah.0

"Rasulullah SAW sendiri saja tidak bisa mengubahhati seseorang untuk bisa9 mengubah hati seseorang untuk bisai berubah menjadi baik atau beriman kepada Allah SWT, akan tetapi tugas hanya mengingatkan berdakwah dan bukan Rasulullah yang menguasai hati manusia, paman nabi sendiri, Abu Thalib, sampai akhir hayatnya tidak mau beriman kepada Allah SWT. Untuk berbuat baik harus dimulai sejak kecil,sebagaimana pepatah mengatakan, kecil beranjak-anjak, besar terbawa-bawa, "ujar Abdul Malik Sudiro.

Kemudian Indra, saya sudah coba untuk berbuat baik, akan tetapi kembali lagi seperti semula, bagaimana agar saya istiqamah. Jawabnya harus dengan niat dan berusaha.

"Pertama harus ada niat dengan belajar agama, dari kajian-kajian, apalagi sekarang bisa dilihat dari youtube, yang bisa menggugah hati kita, agar menjadi orang baik, biasanya kalau disampaika tentang nilai-nilai ibadah, kita juga harus ingat bagaimana kalau kita lalaikan keinginan-keinginan kita, terus bagaimana dasyatnya siksaan kubur dan hari akhirat, maka akan timbul rasa takut dalam fikiran kita, sehingga akan melaksanakan perbuatan- perbuatan yang baik,

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....