Hakikat Istiqomah Bukan Sekadar Rutin Beribadah
- 30 Jul 2026 21:27 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Istiqomah sering dipahami sebagai kemampuan seseorang melakukan ibadah tertentu secara terus-menerus tanpa terputus. Namun, hakikat istiqomah sejatinya tidak hanya diukur dari rutinitas ibadah, melainkan dari keteguhan seseorang dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
Hal tersebut disampaikan Ustadz Sugianto, S.H.I., Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kementerian Agama Kota Medan, dalam Kajian Islami Mutiara Sore Pro 4 RRI Medan bertajuk "Hakikat Istiqomah" pada Kamis, 30 Juli 2026.
Dalam kajiannya, Ustadz Sugianto menjelaskan bahwa banyak orang menganggap istiqomah hanya sebatas melakukan amalan tertentu secara konsisten, misalnya membaca Al-Qur'an setiap hari pada waktu dan jumlah ayat yang sama. Padahal, menurut beliau, pemahaman tersebut belum sepenuhnya tepat.
Mengutip penjelasan para ulama dalam kitab Jami'ul Ulum wal Hikam karya Imam Ibnu Rajab Al-Hambali dan Fathul Bari karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, istiqomah dimaknai sebagai sikap berpegang teguh terhadap seluruh perintah Allah SWT, baik dalam menjalankan kewajiban maupun meninggalkan segala yang diharamkan.
"Orang yang rajin membaca Al-Qur'an, tetapi masih melakukan kemaksiatan atau meninggalkan kewajiban seperti salat, belum dapat disebut sebagai pribadi yang istiqomah," jelasnya.
Ustadz Sugianto juga mengutip hadis Rasulullah SAW tentang seorang sahabat yang bertanya apakah dirinya dapat masuk surga apabila hanya menjalankan salat wajib, berpuasa Ramadan, serta menjauhi segala yang haram. Rasulullah SAW menjawab bahwa hal tersebut dapat menjadi jalan menuju surga apabila dijalankan dengan penuh keteguhan.
| Baca juga: Empat Pilar Kesalehan dalam Al-Qur'an |
Menurutnya, hadis tersebut menunjukkan bahwa kualitas istiqomah lebih utama daripada banyaknya amalan sunnah yang tidak diiringi dengan kepatuhan terhadap kewajiban dan menjauhi kemaksiatan.
Selain itu, beliau menjelaskan bahwa istiqomah juga membentuk citra diri seorang mukmin. Seseorang yang meyakini dirinya sebagai hamba Allah akan berusaha menyelaraskan ucapan, perilaku, dan pola pikirnya dengan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir kajiannya, Ustadz Sugianto mengajak umat Islam untuk memahami istiqomah sebagai komitmen menjalankan ajaran Allah SWT secara menyeluruh, bukan sekadar mempertahankan rutinitas ibadah tertentu. Dengan demikian, setiap muslim diharapkan mampu menjadi pribadi yang teguh dalam ketaatan di mana pun dan kapan pun berada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....