Motivasi quantum kemuliaan istiqomah
- 21 Apr 2026 17:47 WIB
- Medan
RRI.CO.ID - Medan - Motivasi quantum istiqomah merupakan kunci kemuliaan sejati yang memadukan konsistensi ibadah. Kesucian hati dan aksi nyata dalam menjalankan ketenangan jiwa serta rezeki berlimpah. Istiqomah lebih mulia dari seribu karomah, membuka pintu hikmah dan membuat ibadah menjadi kebutuhan, bukan sekedar rutinitas yang melelahkan.
Dalam kajian Mutiara Pagi yang disiarkan melalui Pro1 RRI Medan, dengan judul: Motivasi quantum kemuliaan istiqomah, edisi Rabu, 15 April 2026, Ustadz Muhammad Fadhli Sudiro mengatakan, kemuliaan tertinggi istiqomah adalah konsisten dalam iman dan taqwa yang melahirkan ketenangan, menghilangkan rasa takut dan sedih.
"Motivasi quantum istiqomah kita akan hidup bersama do'a-do'a malaikat, orang yang beristiqomah tiada rasa takut dan sedih, karena Allahlah yang menjadi sandaran dan gantungan dari padanya," ujar Ustadz Fadhli Sudiro.
Program Mutiara Pagi tersebut yang disiarkan setiap hari pukul 05.30 s.d 05.50 WIB turut juga memberi kesempatan kepada pendengar untuk bertanya melalui WA 0811616943. Pendengar ibu Aslah di Laudendang Paluhurau bertanya, benarkah Ustadz satu istiqomah lebih baik dari seribu karomah.
Jawab Ustadz, "Jika selalu bertanya yang dapat meningkatkan Ukhwah islamiah, walau sedikit, tapi dengan beristiqomah, Allah selalu menjaga kita," ujarnya.
Kemudian Heni di Patumbak, Ustad bagaiman jika ada teman kita yang mengajak kita ke tempat yang bisa melupan ibadah, apakah kita menolaknya, sementara saya sudah merasa bosan, jenuh, agar saya saya tetap istiqamah dan tidak hilang teman. Jawab Ustadz, jadilah kita seperti pribadi lebah, walau berada di tempat sampah.
| Baca juga: Tolong Menolong dalam Berbuat Baik |
"Walau lebah berada di tempat sampah dan tetap mencari bunga, beda dengan lalat, walau berada di tempat bunga, tapi tetap dia mencari sampah, prinsip pribadi muslim adalah memilih lebah, memang lingkungan kita berpengaruh , tapi melihat teman-teman kurang baik, ya hindarilah, jaga jarak, maka hijrahlah, kalau ketemu kita tetap tegur, begitu banyak komunitas yang baik untuk bersilaturahmi, "katanya.
Pak Noh di Paluhurau bertanya, bagaimana Ustadz, jika kita salat berjamaah, setelah salat kita harus berzikir, sementara imam membaca do'a, apakah zikir kita lanjutkan terus. Jawab Ustad, iman dengan makmum itu mengikat dari takbir sampai salam.
"Antara imam dan makmum dalam salat berjamaah mengikat dari takbir sampai salam ini mengikat, jika memang kita selaku makmum mau berzikir dan muhasabah, disilahkan, mungkin ini lebih baik," ucap Muhammad Fadhli Sudiro.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....