Motivasi Quantum Nabi Adam atas Kesalahan dan Taubat Mulia
- 19 Mei 2026 13:44 WIB
- Medan
RRI.CO.ID - Medan - Kisah Nabi Adam mengajarkan dengan kesalahan, bukanlah akhir dari segalanya, melainkan titik balik untuk bangkit. Motivasi spiritual dari perjalanan beliau adalah mengubah penyesalan menjadi energi positif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam kajian Mutiara Pagi, edisi Kamis 14 Mei 2026, memilih judul: Motivasi quantum Nabi Adam Alaihissalam, kesalahan dan taubat mulia, Ustadz M. Fadhli Sudiro, M.Si menyebutkan manusia diciptakan sebagai tempat salah, namun manusia terbaik adalah yang segera bertobat, maka pintu ampunan selalu terbuka.
Program Mutiara Pagi yang disiarkan Programa satu RRI Medan, dari pukul 06.30 s.d 06.50 WIB turut juga diberi kesempatan tanyajawab kepada pendengar melalui WA 0811616943. Aflah di Laudendang Paluhurau bertanya, benarkah Nabi Adam itu Tampan, dan Rumah tangganya tidak pernah ribut, sehingga termasuk dalam do'a pengantin. Jawab Ustadz, karena Nabi Adam manusia pertama diciptakan oleh Allah.
"Sesungguhnya kami menciptakan manusia sebaik-baiknya yang sempurna kepada manusia yang pertama adalah Nabi Adam, karena langsung Allah ciptakan bukan dari rahim seorang ibu. Kemudian dihembuskan Ruh dan disempurnakan. Ke dua terkait dengan do'a pengantin, hidup yang penuh dengan ujian karena kesalahan mereka dengan makan buah kuldi, sehingga Nabi Adam dan Siti Hawa, dari surga diturunkan ke bumi,"
"Nabi Adam ke Srilangka, sedangkan Siti Hawa ke Jeddah Arab Saudi. Mereka cukup lama berpisah, kurang lebih 450 tahun. Dengan kesabaran dan taubat mereka memohon ampun kepada Allah SWT atas kesalahan yang diperbuat, akhirnya mereka dipertemukan kembali di Padang Arafah atau Jabal Rahmah disebut dengan Gunung Cinta, disinilah mereka mewujudkan keabadian cintanya "ujarnya.
Selanjutnya, Fitra bertanya, akhir-akhir ini banyak anak muda sekarang takut mengatakan dengan kesalahannya, kadang menyalahkan orang lain tanpa mengakui kesalahan diri sendiri, dari pelajaran Nabi Adam, apa hikmahnya terbesar tentang keberanian mengakui kesalahan di hadapan Allah. Jawab Ustadz, anak - anak muda sekarang hampir rata - rata dalam menyikapi itu secara instan.
| Baca juga: Inspirasi keberkahan do'a Nabi Ibrahim |
"Anak-anak sekarang asyik main game, kemudian sering cabut dari sekolah saat jam belajar, kemudian menyalahkan orang lain, maka inilah timbul penyesalan, masa Saidina Umar bin Khatab mengatakan, tidak ada kezaliman oleh diri sendiri, sehingga menyebabkan gagal dan Nabi Adam mengajarkan, akuilah kesalahannya, bermohonlah kepada Allah SWT, " ucap Fadhli Sudiro.
Berikutnya Fahri di Pancing bertanya, saya pernah mendengar, manusia adalah salah dan lupa, tapi di sisi lain kita diperintahkan untuk memperbaiki diri, bagaimana Ustadz untuk hijrah dan taobat supaya tidak berhenti begitu saja. Jawab Ustadz, cara hijrah selalu menilai diri sendiri.
"Kita akan tata diri, menilai diri sendiri, kita selalu berdo'a kepada Allah SWT, mohon agar diberi perlindungan dan diberi kebaikan, " katanya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....