Diskusi Pemuda Soroti Peran Strategis Generasi Muda Jaga Hutan

  • 02 Apr 2026 06:25 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Pematangsiantar – Komite Nasional Lutheran World Federation (KN-LWF) Indonesia bersama GMKI Pematangsiantar-Simalungun dan AMAN Wilayah Tano Batak menggelar diskusi bertajuk “Pemuda Untuk Hutan, Hutan Untuk Masa Depan”. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi atas pentingnya peran pemuda dalam menjaga kelestarian hutan.

Diskusi menghadirkan berbagai elemen, mulai dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, aktivis lingkungan, hingga masyarakat sipil. Forum ini berlangsung interaktif dengan pertukaran gagasan terkait persoalan kehutanan yang semakin kompleks.

Perwakilan KN-LWF Indonesia, Mangisi Erlinda, menekankan hutan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki dimensi ekologis, sosial, dan spiritual yang penting bagi kehidupan manusia.

“Hutan bukan sekadar sumber daya ekonomi, melainkan ruang hidup yang memiliki nilai ekologis, sosial, bahkan spiritual,” ujarnya, pada acara yang digelar di Jalan Kotanopan, Pematangsiantar, Selasa 31 Maret 2026.

Ketua Pengurus Harian AMAN Wilayah Tano Batak, Jhonntoni Tarihoran, menyoroti tekanan terhadap hutan yang terus meningkat akibat eksploitasi berlebihan dan alih fungsi lahan. Ia juga menegaskan hutan memiliki fungsi penting sebagai penyangga kehidupan, menjaga keseimbangan iklim, serta menjadi sumber penghidupan masyarakat, khususnya masyarakat adat.

"Namun, realitas yang terjadi saat ini menunjukkan hutan terus mengalami tekanan akibat eksploitasi berlebihan, alih fungsi lahan, dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada keberlanjutan," katanya.

Sementara itu, Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun, Yova Ivo Cordiaz Purba, menegaskan peran penting generasi muda dalam menjaga lingkungan.

“Kesadaran ekologis harus dibangun sejak dini. Kita sebagai generasi muda harus tampil di garis depan dalam menjaga hutan sebagai warisan kehidupan,” ujarnya.

Diskusi ini juga membuka ruang tanya jawab terkait berbagai tantangan di lapangan, seperti penebangan liar, konflik agraria, hingga lemahnya penegakan hukum. Peserta menilai pemuda harus aktif terlibat dalam advokasi dan aksi nyata menjaga lingkungan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif generasi muda dalam menjaga hutan. Semangat kolaborasi dan kepedulian lingkungan menjadi poin utama yang terus didorong melalui forum ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....