Ketua Badko HMI Sumut Terima Teror Usai Diskusi Kasus Andri Yunus
- 30 Mar 2026 15:04 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut), Yusril Mahendra Butar Butar, mengaku mendapat teror. Ancaman itu muncul usai diskusi kasus penyiraman air keras terhadap Andri Yunus.
Teror diduga dikirim oleh pihak tak dikenal melalui pesan WhatsApp berisi ancaman dan intimidasi. Pelaku meminta agar video diskusi yang diunggah di Instagram dan TikTok segera dihapus.
Dalam pesan tersebut, pelaku juga mengklaim mengetahui keberadaan keluarga serta aktivitas pribadi Yusril. Bahkan, ancaman bernada serius turut disampaikan jika permintaan tidak dipenuhi.
“Saya tidak pernah takut terhadap bentuk teror apa pun. Kami berdiri bersama Andri Yunus untuk mencari keadilan dan kebenaran,” kata Yusril, Minggu, 29 Maret 2026.
Yusril menyebut intimidasi tersebut sebagai bentuk ancaman terhadap keselamatan individu sekaligus kebebasan berpendapat. Ia menilai tindakan itu tidak bisa dianggap sepele.
Selain itu, ia juga menyoroti isi pesan ancaman yang menyebut akan melakukan tindakan lanjutan hingga “mengeksekusi” jika permintaan tidak dipenuhi.
“Ini bukan sekadar persoalan individu, tetapi menyangkut keberanian dalam memperjuangkan kebenaran. Kami akan tetap berada di garis depan,” ucapnya, tegas.
Ia menegaskan Badko HMI Sumut akan terus mengawal kasus penyiraman air keras terhadap Andri Yunus hingga tuntas. Yusril juga mengajak aparat penegak hukum untuk segera mengusut pelaku teror yang mencoba mengintimidasi gerakan mahasiswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....